Kamis, 13 Mei 2010

Catatan Hati Planter Sejati Episode 4: Aku, Gunung dan Laut

Matahari bersinar garang. Bola api maha panas itu seakan-akan raja siang yang bertahta di birunya langit. Seumpama Zeus yang bertahta di puncak Gunung Olympus. Angkuh dan tak terkalahkan! Gumpalan-gumpalan putih awan cumulus tak mampu meredam jutaan kalor yang terpancar, berpijar membakar muka bumi. Sementara itu, sinarnya yang membutakan terpantul di permukaan air rawa yang mengalir damai di lekuk-lekuk parit. Membiaskan semburat warna pelangi bak selendang tujuh bidadari.

Seekor ikan kecil berenang hilir-mudik, sesekali timbul di permukaan untuk sekedar mencuri nafas. Beberapa ekor ikan lainnya berlindung di bawah teduhnya gulma air seraya menyaksikan segerombolan ikan yang berenang menuju parit outlet, berharap bisa sampai ke perairan sungai Kendawangan yang payau. Gerombolan ikan itu seketika bubar berpencar arah saat kulemparkan sebongkah kerikil ke parit itu. Permukaan air parit itu beriak, membentuk lingkaran-lingkaran gelombang yang susul-menyusul. Nampaknya keisenganku itu telah membuat sedikit kepanikan di komunitas ikan kecil itu. Aku berlalu sambil menepis sedikit rasa sesal yang menyapa hati. Ikan kecil maafkan aku....

Aku terus melangkahkan kaki sambil membetulkan topi Eiger hitam yang kubeli di Pangkalan Bun, namun topi itu tak cukup mampu menghalau terik yang mendera epidermis kulitku, panasnya terasa kian membakar! Di kejauhan nampak Gunung Kediuk berdiri tegar. Meski hari demi hari semakin merana, gundul dan tak hijau lagi. Sekarat karena eksploitasi. Ya, di sinilah aku berada. Di kaki Gunung Kediuk dan di tepian laut Selat Karimata yang memisahkan Borneo dengan kepulauan Andalas. Divisi 3 Banjarsari Estate, Wilayah 5 BGA Group, Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mencoba mengetuk pintu rizki yang halal dan berkah... (goresan sederhana 3 bulan di Kalbar).

Rabu, 05 Mei 2010

?Untuk Suamiku?, ?Untuk Istriku?

?Untuk Suamiku?

Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah Radhiyallahu Anha,
Tidaklah setaqwa Aisyah Radhiyallahu Anha,
Pun tidak setabah Fatimah Radhiyallahu Anha,
Apalagi secantik Zulaikha Radhiyallahu Anha. (????)

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-c...ita,
Menjadi Sholehah….
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah Subhaanahu Wata'ala.

Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,Yang berusaha menjadi sholeh…
Amiin Yaa Robbal'aalamiin

?¸¸.•*¨*••*¨*•.¸¸?¸¸.•*¨*•

•*¨*•.¸¸?
?¸¸.•*¨*••*¨*•.¸¸?¸¸.•*¨*•
•*¨*•.¸¸?

?Untuk Istriku?

Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.

Suami yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Muhammad Shallahu Alayhi Wasallam,
Tidaklah setaqwa Ibrahim Alayhi Wassalam,
Pun tidak setabah Ayub Alayhi Wassalam,
Ataupun segagah Musa Alayhi Wassalam,
Apalagi setampan Yusuf Alayhi Wassalam.

Justru Suami hanyalah pria akhir jaman,
Yangpunya cita-cita, Membangun keturunan yang Sholeh dan Sholehah….
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatknnya.

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah Subhaanahu Wata'ala.

Karena memiliki istri
yang tidak segagah mana,
Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.

Cuma wanita akhir zaman,Yang berusaha menjadi sholehah…
Amiin Yaa Robbal'aalamiin..

?¸¸.•*¨*••*¨*•.¸¸?¸¸.•*¨*•
•*¨*•.¸¸?
?¸¸.•*¨*••*¨*•.¸¸?¸¸.•*¨*•
•*¨*•.¸¸?

JIKA AKU JATUH CINTA

(Episode Puisi Sayyid Qutub)

Ya Allah... jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin... jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Allah... jika aku jatuh hati, ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana... jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu.

Ya Rabbul Izzati... jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah... jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindui syurga-Mu.

Ya Allah... jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat disepertiga malam terakhir-Mu.

Ya Allah...jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah... jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas, sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah... Engkau mengetahui bahwa hati - hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syari'at-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya, kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah padam. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu...

Senin, 03 Mei 2010

Daftar Alamat Redaksi Media Cetak

Alamat Kantor Berita Asing
1. AFX-ASIA
Jl Indramayu No 18 Jakarta 10310.
Telp. : 021- 3160780
Email : afxasia@cbn.net.id

2. AGENCE FRANCE PRESSE (AFP)
Jl. Indramayu No 18, Jakarta 10310.
Telp. (021) 3160780, 336082
Email : bestrade@cbn.net.id

3. ALGEMEEN NETHERLAND PERSBERAU (ANP)
Jl. Kebon Kacang 35 No 4, Jakarta 10240.
Telp. (021) 3141984
Email : britsins@cbn.net.id

4. ASSOCIATED PRESS (AP)
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831269
Email : gspencer@agp.org

5. AUSTRALIAN ASSOCIATED PRESS
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831262, 39831263
Email : aapkaren@cbn.net.id

6. BERNAMA
Wisma Antara, lt 19
Jl. Merdeka Selatan No 17 Jakarta 10110
Telp. (021) 3857626

7. DEUTCHE PRESS AGENTUR (DPA)
Istana Harmoni Apartment 19J
Kompleks Harmoni Blok B26-27 Jakarta
Telp. (021) 6305644
Email : mailto:aapkaren@cbn.net.id

8. EFE SPANISH INTE. AGENCY
Jl. Penjernihan V/No 1 Pejompongan, Jakarta.
Telp. (021) 5722233

9. GEASSOCIERDE PRESS DIENSTEIN (GPD)
Jl. Prapanca Raya No 12 A, Kebayoran Baru
Jakarta 12150.
Telp. (021) 7250815
Email : theohaer@indosat.net.id

10. JIJI PRESS
Wisma Kyoei Prince Lt 7, suite 705
Jl Sudirman Kav 3 Jakarta 10220
Telp. (021) 5723309

11. KYODO TSUSHIN NEWS AGENCY
Wisma Antara Lt 16
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3802810, 3840113
Email : kyodojkt@rad.net.id

12. MIDLE EAST NEWS AGENCY (MENA)
Jl. Pulomas Barat 5A No. 1 Jakarta
Telp. (021) 4894839

13. NIHHON HOSO KYOKAI (NHK)
Wisma Nusantara Lt 14
Jl MH Thamrin No 59, Jakarta 10350
Telp. (021) 330174, 333909
Email : nhkjkt@rad.net.id

14. REUTERS
Wisma Antara Lt 17
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3846364, 3845012
Email : Jakarta.newsroom@reuters.c

om

15. VIETNAM NEWS AGENCY
Jl. Sawo No 20, Jakarta
Telp. (021) 326261
Email :vnajak@indosat.net.id

16. XINHUA NEWS AGENCY
Jl. Pandeglang No 44 Jakarta
Telp. (021) 2305753

Sumber : Media Directory Pers Indonesia 2006.
Posted by Jaringan Epistoholik Jakarta at 11:01 PM 0 comments
Tuesday, May 23, 2006
Alamat Redaksi Media Nasional

uvax1. ANTARA
Wisma ANTARA Lt 19-20,
Jl Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3459173, 3802383, 3812043, 3814268.
Fax. (021) 3840907, 3865577
Email : redaksi@antara.co.id,
letter@antara.co.id,
newsroom@antara.co.id

2. BERITA KOTA
Delta Building Blok A 44-45,
Jl Suryopranoto No 1 – 9 Jakpus 10160.
Telp. (021) 3803115.
Fax. (021) 3808721
Email : berikot@biz.net.id

3. BISNIS INDONESIA
Wisma Bisnis Indonesia, Lt 5 – 8,
Jl. KH Mas Masyur No. 12 A Jakpus 10220
Telp. (021) 57901023.
Fax. (021) 57901025
Email : redaksi@bisnis.co.id.
SMS : 021-70642362

4. DETIK.COM
Aldevco Octagon Building - Lantai 2
Jl. Warung Buncit Raya No.75, Jakarta Selatan 12740
Telp. (021) 794.1177.
Fax. (021) 794.4472
Email : redaksi@staff.detik.com

5. HARIAN TERBIT
Jl. Pulogadung No. 15,
Kawasan Industri Jaktim 13920.
Telp. (021) 4603970.
Fax. (021) 4603970
Email : terbit@harianterbit.com.
Sms Korupsi : 0817-9124842

6. SENTANA
Jl. Rawa Teratai II/6, Kawasan Industri
Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930.
Telp. (021) 4618318
Fax. (021) 4609079
Email : redaksi_sentara@plasa.com,
harianumumsentana@yahoo.co
m

7. INDOPOS
Gedung Graha Pena Indopos,
Jl Kebayoran Lama No 12 Jakarta.
Telp. (021) 53699556.
Fax. (021) 5332234
Email : editor@indpos.co.id,
indopos@jawapos.co.id.
Sms Anti Korupsi : 08121945429

8. INVESTOR DAILY
Jl. Padang No. 21 Manggarai, Jakarta Selatan.
Telp. (021) 8311326-27,
Fax. (021) 8310939
Email : koraninvestor@investor.co.
id

9. KOMPAS
Jl. Palmerah Selatan No. 26-28, Jakarta 10270
Telp. (021) 5347710/20/30, 5302200.
Fax. (021) 5492685
Email : kompas@kompas.com.com

10. KORAN TEMPO
Kebayoran Centre Blok A11-A15,
Jl. Kebayoran Baru Mayestik, Jakarta 12240
Telp. (021) 7255625.
Fax. (021) 7255645, 7255650
Email : koran@tempo.co.id,
interaktif@tempo.co.id

11. MEDIA INDONESIA
Kompleks Deta Kedoya,
Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.
Telp. (021) 5812088.
Fax. (021) 5812102, 5812105
Email : redaksi@mediaindonesia.co.
id,
Opini : redaksimedia@yahoo.com

12. NON’STOP
Graha Pena, Lt 8 – 9,
Jl. Kebayoran Lama No. 12 Jaksel 12210
Telp. (021) 53699507 ext 20 & 40.
Fax. (021) 53671716, 5333156

13. POS KOTA
Jl. Gajahmada No. 100 Jakarta 11180
Telp. (021) 6334702.
Fax. (021) 6340341, 6340252
Email : redaksi@harianposkota.com

14. RAKYAT MERDEKA
Gedung Graha Pena Lt 8,
Jl. Kebayoran Lama No 12 Jaksel 12210Telp.
(021) 53699507.
Fax. (021) 53671716, 5333156
Email : redaksi@rakyatmerdeka.co.i
d.
Sms Rakyat Merdeka : 0818167256
Email : dprm_online@plasa.com
BISNIS HARIAN
Telp. (021) 53699534.
Fax. (021) 53699534
Email. : bisnisharian@yahoo.com

15. REPUBLIKA
Jl Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7803747.
Fax. (021) 7983623
Email : sekretariat@republika.co.i
d

16. SEPUTAR INDONESIA
Menara Kebon Sirih Lt. 22
,Jl. Kebon Sirih Raya No. 17-19 Jakarta 10340.
Telp. (021) 3929758.
Fax. (021) 3929758, 3927721
Email : redaksi@seputar-indonesia.
com.
SMS Sindo : 08888010000

17. SINAR HARAPAN
Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3913880.
Fax. (021) 3153581
Email : redaksi@sinarharapan.co.id
,
info@sinarharapan.co.id, opinish@sinarharapan.co.id

18. SUARA KARYA
Jalan Bangka Raya No 2 Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp. (021) 7191352 dan 7192656.
Fax. (021) 71790746
Email : redaksi@suarakarya-online.
com

19. SUARA PEMBARUAN
Jl. Dewi Sartika 136 D Jakarta 13630
Telp. (021) 8014077, 8007988.
Fax. (021) 8007262, 8016131
Email : koransp@suarapembaruan.com
.
Sms Forum Warga : 0811130165
E : komentarsp@suarapembaruan.
com

20. THE JAKARTA POST
Jl. Palmerah Selatan 15, Jakarta 10270, Indonesia
Telp. (021) 5300476, 5300478.
Fax. (021) 5492685
Email : editorial@thejakartapost.c
om

21. WARTA KOTA
Jl. Hayam Wuruk 122 Jakarta 11180
Telp. (021) 2600818. Fax. (021) 6266023
Email : mailto:warkot@indomedia.co
m,
Sms Curhat : 081585490313
Sms Unek-Unek : 081514302389
Sms Kate Aye : 081584317364

22. KCM,
Fax. (021) 5360678,
kcm@kompas.com

23. FORUM KEADILAN
Jl. Palmerah Barat No 23C,
Jakarta Barat 12210
Telp. (021) 53670832.
Fax. (021) 53670832
Email : redaksi@forum.co.id

24. GATRA
Gedung Gatra,
Jl. Kalibata Timur IV No. 15 Jakarta 12740
Telp. (021) 7973535.
Fax. (021) 79196941 - 42
Email : redaksi@gatra.com

25. INVESTOR
Jl. Padang No. 21 Manggarai Jakarta 12970.
Telp. (021) 8280000.
Fax. : (021) 8311329, 83702249
Email : redaksi@investor.co.id

26. KONTAN
Gedung Kontan,
Jl. Kebayoran Lama No 1119 Jakarta 12210.
Telp. (021) 5357636.
Fax. (021) 5357633
Email : red@kontan-online.com

27. PROSPEKTIF
Gedung Teja Buana Lt.2,
Jl Menteng Raya No 29 Jakarta 10340
Telp. (021) 3101427.
Fax. (021) 3102310
Email : info@prospektif.com

28. SWA
Jl. Taman Tanah Abang III/23
Jakarta Pusat 10160
Telp. 3523839.
Fax. (021) 3457338, 3853759
Email : swaredaksi@cbn.net.id

29. TEMPO
Jl. Proklamasi No. 72 Jakarta 10320
Telp. (021) 3916160.
Fax. (021) 3921947
Email : tempo@tempo.co.id

30. TRUST
Jl. KH Wahid Hasyim No. 24 Menteng,
Jakarta 10350
Telp. (021) 3146061.
Fax. (021) 31464111
Email : redaksi@majalahtrust.com

31. WARTA EKONOMI
Gedung Warta, Jl Kramat IV No. 11 Jakarta 10430
Telp. (021) 3153731. Fax. (021) 3153732
Email : redaksi@wartaekonomi.com

32. LAMPUNG POST
Jl. Soekarno Hatta 108 Rajabasa Bandar Lampung
Email : redaksilampost@yahoo.com

33. RADAR LAMPUNG
Jl. Sultang Agung 18 Kedaton Bandar Lampung
Email : radar@lampung.wasantara.ne
t.id

34. SUARA MERDEKA
Jl. Raya Kaligawe KM.5 Semarang
Email : humainia@yahoo.com

35. WAWASAN
Jl. Pandanaran II / 10 Semarang 50241
Email : redaksi@wawasan.co.id

36. BERNAS(Mimbar Bebas)
Jl. IKIP PGRI Sono SewuYogyakarta 55162
Email : bernasjogja@yahoo.com

37. KEDAULATAN RAKYAT
Jl. P. Mangkubumi 40-42 Yogyakarta
Email : redaksi@kr.co.id

38. JAWA POS
Gedung Graha PenaJl. Ahmad Yani 88 Surabaya 60234
Email :

39. PONTIANAK POS
Email : mailto:redaksi@pontianakpo
st.com

41. PIKIRAN RAKYAT.
Email : rmailto:redaksi@pikiran-ra
kyat.com

42. KALTIM POST
Email : redaksi@kaltimpost.net

43. BALI POST
Email : balipost@indo.net.id

46. SOLO POS
Griya Solo PosJl. Adi Sucipto 190 Solo
Email : redaksi@solopos.net

47. SURYA
Jl. Margorejo Indah D-108 Surabaya
Email : surya1@padinet.com

48. SRIWIJAYA POST
Jl. Jend Basuki Rahmat 1608 BCD Palembang 30129
Email : sripo@mdp.net.id

49. RIAU POS
Jl. Raya Pekanbaru Bangkinang KM 1,5
Email : redaksi@riaupos.co.id

50. BANJARMASIN POST
Gedung Palimasan Jl. Mt. Haryono 143/54Banjarmasin, Kalsel
Email : bpost@indomedia.com

51. MANADO POST
Email : mdopost@mdo.mega.net.id

ALAMAT EMAIL KORAN (dari berbagai sumber)

 
Kiat mengirim tulisan
Barangsiapa yang ingin mengirim tulisan ke koran, maka maka ikutilah kiat-kiat ini:

1. Kirim ke media lewat email dalam bentuk MS Words Rich Text Format (rtf) dengan attachment.
2. Isi surat mailnya:
Redaksi Yth,

Ini saya kirimkan satu artikel opini (di attachment), mohon pemberitahuannya apabila dimuat atau tidak dimuat.

Salam.

.........


3. Pada subject email tulis: “Artikel Opini: ” [..judul tulisan anda di sini...]
4. Panjang tulisan antara 700 kata (4500 karakter). Untuk menghitungnya, lihat di MS Word -klik> tools -klik> wordcount -> akan ada jumlah kata (words) halaman (page) dan huruf (characters), kira-kira 2 halaman kuarto (tidak penuh) dengan huruf 12.
5. Biarkan tulisan anda pada takdirnya, diterbitkan atau tidak diterbitkan, tugas Anda kirim tulisan tiap minggu, paling kurang satu.
6. Dalam dua minggu tidak ada kabar mail, maka artinya tulisan anda tidak lolos seleksi, perbaiki tulisan itu dan kirim ke media lain.
7. Diterbitkan atau tidak diterbitkan, anda dapat periksa di di website koran bersangkutan. Tetapi tidak semua koran di Indonesia begitu di Indonesia, demikian juga di Padang.
8. Sebaiknya untuk pemula, kirimlah ke koran di kota Anda, sebab lebih mudah untuk diketahui apakah tulisan Anda diterbitkan atau tidak.
9. Banyak koran di Indonesia tidak memberitahu penulisnya, apakah tulisannya akan diterbitkan atau tidak. Memang ada beberapa koran besar yang memberitahu; kalau tulisan tersebut ditolak.

Alamat email2 media cetak sebagai berikut:
Jakarta:
1. Kompas (1) opini@kompas.com
(2) opini@kompas.co.id
2. Republika (1) redaksi@republika.co.id
(2) sekretariat@republika.co.i

d
3. Media Indonesia redaksi@mediaindonesia.co.
id
4. Suara Pembaruan (1) koransp@suarapembaruan.com
(2) opinisp@suarapembaruan.com
5. Sinar Harapan (1) redaksi@sinarharapan.co.id
(2) info@sinarharapan.co.id
6. Harian Pelita hupelita@indo.net.id
7. Suara Karya redaksi@suarakarya-online.
com
8. Koran Tempo koran@tempo.co.id
ktminggu@tempo.co.id
9. Seputar Indonesia (1) redaksi@seputar-indonesia.
com
(2) marcomm@seputar-indonesia.
com
Sumatera (1) hariansinggalang@yahoo.co.
id
1. Singgalang (Padang) (2) kj_sgl@yahoo.com
2. Haluan (Padang) (1) harian_haluan@yahoo.com.sg
3. Padang Ekspres (Padang) (2) redaksi@padangekspres.co.i
d
(1) stres_tb@yahoo.com
4. Riau Pos (Pekanbaru) (1) redaksi@riaupos.co.id
(1) budaya_ripos@yahoo.com
5. Waspada (Medan) (1) redaksi@waspada.co.id
(2) waspada@waspada.co.id
6. Suara Indonesia Baru (Medan) redaksi@hariansib.com
7. Batam Pos redaksi@harianbatampos.com
8. Sriwijaya Post (Palembang) (1) sripo@persda.co.id
(2) sripo@mdp.net.id
Jawa
1. Pikiran Rakyat (Jawa Barat) (1) redaksi@pikiran-rakyat.com
(2) info@pikiran-rakyat.com
2. Suara Merdeka (Jawa Tengah) (1) redaksi@suaramerdeka.info
(2) naskah@suaramerdeka.info
3. Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) redaksi@kr.co.id
4. Koran Bernas (Yogyakarta) koranbernas@yahoo.com
5. Harian Surya (Jawa Timur) surya1@padinet.com
6. Duta Masyarakat (Jawa Timur) dumas@sby.centrin.net.id
7. Surabaya Post (Jawa Timur) redaksi@surabayapost.info
admin@surabayapost.info
8. Radar Malang (Malang) radarmalang@jawapos.co.id
9. Solopos (Solo) redaksi@Solopos.Net.
10. Jawa Pos (Surabaya) (1) editor@jawapos.com
(2) editor@jawapos.co.id
Bali
1. Bali Post (Denpasar) balipost@indo.net.id
Kalimantan
1. Banjarmasin Post (Banjarmasin) banjarmasin_post@persda.co
.id
bpostmania@telkom.net
2. Pontianak Pos (Pontianak) redaksi@pontianakpos.co.id
Sulawesi
1.Harian Fajar (Makassar) fajar@fajar.co.id
Luar Negeri
Globe and Mail comment@globeandmai l.com
Fax: 416.585.5085
Tel: 416.585.5528
National Post jkay@nationalpost. com
Fax: 416.442.2209
Tel: 416.383.2300
Vancouver Sun sunopinion@png. canwest.com
Fax: 604.605.2522
Tel: 604.605.2184
Georgia Straight contact@straight. com
Fax: 604.730.7010
Tel: 604.730.7000
Tyee editor@thetyee. ca
Tel: 604.689.7489
New York Times oped@nytimes. com
Fax: 212.556.4100
Tel: 212.556.1831
The Washington Post oped@washpost. com
Fax: 202.334.5269
Tel: 202.334.7471
Los Angeles Times op-ed@latimes. com
Fax: 213.237.7968
Tel: 213.237.2121
San Francisco Chronicle forum@sfchronicle. com
Fax: 415.543.7708
Tel: 415.777.1111
San Jose Mercury Times opinions@mercurynew s.com
Fax: 408.271.3792
Tel: 408.920.5235
Seattle Times opinion@seattletime s.com
Fax: 206.382.6760
Tel: 206.464.2132
Oregonian oped@news.oregonian .com
Fax: 503.294.4193
Tel: 503.221.8389
South China Morning Post luisa.tam@scmp. com
Fax: 852.2516.7478
Tel: 852.2565.2222
Straits Times (Singapore) stforum@sph. com.sg
Fax: 65.6319.8289
Tel: 65.6319.5397
Daily Telegraph (UK) dtletters@telegraph .co.uk
Sunday Telegraph (UK) stletters@telegraph .co.uk
Guardian (UK) letters@guardian. co.uk
comment.is.free@ guardian. co.uk

BersahabatLah sampai ke Syurga

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya, dengan kebersamaan. Tapaki perguliran pagi, siang, petang dan malam, yangpenuh liku, dengan persahabatan dalam keimanan. Di dunia ini, kita harus saling berpegangan tangan. Harus. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Karena, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (QS. An Nisa : 28)
Saudaraku,
Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf : 67). Ibnu Kasir mengatakan, “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya , yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.
Saudaraku,
Merenungklah. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah- langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat, sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA.
“Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah, sesungguhnya fulan adalah teman akrabku, dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu.. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku.”
Maka Allah berkata padanya, “Pergilah. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya, niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Dikatakan kepada mereka, “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian.” Maka masing-masing mereka mengatakan, “dDia adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat…”



 
 Duhai indahnya. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. Mari kita mulai dari sekarang. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridha-Nya…

Minggu, 02 Mei 2010

Tanyakan diri anda

“Alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai” (Dr Denis Waitley, pakar motivasi dan penulis buku-buku self-help)

“Saya memiliki tiga harta. Jaga dan peliharalah: cinta yang dalam, kesederhanaan, ketidakberanian memenangkan dunia. Dengan cinta yang dalam, seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan. Dengan ketidakberanian memenangkan dunia, seseorang akan menjadi pemimpin dunia” (Lao-tzu, Filsuf China)

“Anda harus melakukan sesuatu yang Anda pikir tak akan bisa Anda lakukan” (Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara AS)

“Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti” (Kahlil Gibran, Pujangga)

“Orang yang terlalu sibuk sangat jarang bisa mengubah pendapatnya” (Friedrich Nitezche (1844-1900), filsuf Jerman)

“Rasa bahagia dan tak bahagia bukan berasal dari apa yang Anda miliki, bukan pula berasal dari siapa diri Anda, atau apa yang Anda kerjakan. Bahagia dan tak bahagia berasal dari pikiran Anda” Dale Carnegie (1888–1955), Pakar Motivasi-Penulis AS

“Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya”
(Lance Armstrong, Mantan Atlet Balap Sepeda AS)

“Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai” (JRR Tolkien, penulis Novel The Lord of the Rings)

Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka –Robert G. Ingersoll

Hidup manusia penuh dengan bahaya, tetapi justru di situlah letak daya tariknya –Edgar Alnsel Mowrer

Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang. John D.Rockefeller

Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi — Raymond Aron

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. – Thomas Alva Edison

Jadilah diri anda sendiri. Siapa lagi yang bisa melakukannya lebih baik ketimbang diri anda sendiri? – Frank Giblin, Ii

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. – Confusius

Kesempatan anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan anda pada diri sendiri. – Robert Collier

Pikiran Anda bagaikan api yang perlu dinyalakan, bukan bejana yang menanti untuk diisi –Dorothea Bande

Ungkapan Michael H. Hart tentang Nabi Muhammad SAW

Pendapat seorang penulis terkenal tentang Nabi Muhammad SAW

Michael H. Hart seorang penulis Barat terkenal, dalam bukunya the 100 a ranking of the most influential persons in history, yang artinya "Ranking dari 100 orang (tokoh) yang paling besar pengaruhnya sepanjang sejarah" menulis sebagai berikut:

"Sebuah contoh yang mencolok mata tentang hal ini ialah tata urutan (ranking) yang saya susun, yang menempatkan Muhammad lebih tinggi daripada Yesus (Isa), terutama disebabkan karena keyakinan saya bahwa Muhammad secara pribadi jauh lebih berpengaruh pada perumusan agama yang dianut orang Islam daripada Yesus pada perumusan agama Kristen.

Jatuhnya pilihan saya kepada Muhammad untuk memimpin di tempat teratas dalam daftar pribadi-pribadi yang paling berpengaruh di dunia ini mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan mungkin pula dipertanyakan oleh yang lainnya. Tetapi dia memang satu-satunya orang dalam sejarah yang telah berhasil secara unggul dan agung, baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang keduniaan.

Tambahan pula berbeda dengan Yesus. Muhammad itu seorang pemimpin keduniaan, sekaligus keagamaan. Nyatanya, sebagai kekuatan yang mendorong kemenangan-kemenangan orang-orang Arab (muslim) dan seyogyanya menempati urutan pertama sebagai pemimpin politik yang paling berhasil sepanjang masa."

Dalam buku tersebut urutan kedua di tempati oleh Isaac Newton, seorang filosof Inggris dan pakar dalam matematika, fisika dan ilmu falak. Urutan ketiga ditempati oleh Yesus.

(Dikutip dari buku Wawasan Islam, karya H. Endang Saifudin Anshari, M.A).

Kamis, 29 April 2010

CBSA : Cinta Bersemi Sesama Aktivis


Dalam pergulatan dinamika kampus dikenal istilah “aktivis” untuk menyebut mahasiswa/mahasiswi yang menghabiskan waktunya berorganisasi di luar kegiatan perkuliahan. Mereka biasanya tergabung dalam berbagai organisasi, baik ektra kampus maupun intra kampus. Merujuk kepada organisasi yang diikuti, para aktivis ini bisa dikategorisasikan dalam berbagai varian. Salah satu varian itu adalah “aktivis dakwah kampus” yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK).
 
Selain bergabung dalam forum dakwah intra kampus, para aktivis ini juga berafiliasi dengan berbagai organisasi Islam yang lebih besar seperti IMM (underground Muhammadiyah), PMII (underground NU), KAMMI (underground PKS), atau tergabung kepada jama’ah dakwah yang sifatnya transnasional seperti Salafy, HTI, ataupun Jama’ah Tabligh.

Kebutuhan akan eksistensi organisasi, tentu banyak kegiatan yang digarap oleh para aktivis dakwah ini. Apalagi perebutan kader baru di kampus memerlukan energi ekstra dan promosi besar-besaran. Terkadang harus sikut-sikutan untuk mendapatkan kader baru potensial. Belum lagi kerja keras untuk mengajak mahasiswa/mahasiswi baru untuk bergabung. Beberapa organisasi dakwah kampus bahkan melakukan upaya jemput bola ke SMA-SMK.

Tidak hanya melakukan proses rekruitmen, para aktivis dakwah kampus juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan keislaman rutin. Ada yang harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan. Pokoknya menjadi aktivis dakwah harus siap-siap menjadi orang sibuk.

Intensitas pertemuan yang sering di antara aktivis dakwah satu organisasi telah membuat mereka memiliki ikatan emosional satu sama lain. Tak dapat dipungkiri kedekatan di antara aktivis yang pria dengan aktivis yang perempuan juga tak dapat dielakkan. Saat itulah keakraban bermetamorfosa menjadi rasa cinta.

“Sialnya”, stigma yang berkembang di dunia mahasiswa secara umum, aktivis dakwah dipandang sebagai “orang suci”. Mereka punya aturan-aturan ketat terkait pergaulan di antara lawan jenis. Pacaran itu haram, tidak boleh jabat tangan, boncengan, berdua-dua-an, tak boleh menatap wajah lawan bicara bahkan ada yang ketika rapat harus memakai kain pembatas antara pria dan wanita, adalah rambu-rambu yang telah familiar bagi mereka. Gaya bergaul yang “ketat” ini semakin menguatkan pandangan eksklusif “mahasiswa/mahasiswi biasa” terhadap para aktivis dakwah.

Namun, se-sholeh/sholehah apapun orang, godaan setan tidak henti mengempur. Begitu juga yang mendera para “ikwan” dan “akhwat” para aktivis dakwah kampus. Dari sekian banyak di antara mereka yang mampu menjaga hati terhadap lawan jenis, banyak juga yang akhirnya terjerumus melanggar “kode etik” antara ikhwan dan akhwat. Terkadang melebihi aktifitas yang biasa dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi biasa dalam berpacaran.

Suatu ketika, seorang ustadz yang menjadi pembimbing Jama’ah Shalahuddin UGM menceritakan kedatangan seorang aktivis ke rumahnya. Dengan tersedu-sedu sang pemuda ini mengatakan, “Ustadz, saya mau taubat. Saya malu sama Allah. Saya hina, Ustadz”. Ustadz yang melihat gelagat tak biasa dari ikhwan ini mencoba untuk menenangkan, “Iya, tapi masalah antum apa?”. Setelah menghirup nafas panjang barulah sang pemuda bercerita:

“Begini Ustadz, beberapa hari yang lalu seperti biasa saya beraktivitas di sekretariat. Duduk di depan komputer membuat beberapa laporan kegiatan organisasi. Ketika saya asyik mengutak-atik keyboard, satu per satu teman pamit pulang ke kos. Tanpa saya sadari tinggallah saya berdua dengan seorang akhwat yang kebetulan menjabat sekretaris organisasi. Dia juga sibuk di depan komputer. Telah lama saya menyukai akhwat ini, tapi saya belum berani menyatakan perasaan saya. Orangnya cantik, smart, dan militan banget. Saya-pun menghampirinya. Dengan tersedat saya memberanikan menyampaikan sesuatu. ‘Ukhti, telah lama kita sama-sama mengurus dan bekerja untuk kemajuan organisasi ini. Hari demi hari saya terpukau dengan pengorbanan yang telah ukhti lakukan untuk organisasi. Terus terang Ukhti, saya menyukai antum.’ Sang akhwat-pun tertunduk, tersipu malu. Hatinya bergemuruh, iapun juga menyukai pemuda penuh dedikasi yang saat ini duduk di hadapannya. Tak tahan dengan gelojak di dadanya, sang ikhwan kemudian kembali menyusun kata-kata. ‘Ukhti, ana mencintai anti. Bolehkan ana memegang tangan anti?’ Sang akhwat mengangguk pelan. Merasa mendapat peluang, sang ikhwan-pun menjulurkan tangannya mendekati tangan sang akhwat yang berpangku di atas paha. Tangan sang pria kemudian mengenggam tang sang gadis. Semakin lama semakin erat, seolah sedang mengalirkan gelombang cinta. Kemudian sang ikhwan bergumam, ‘Ukhti, aku teramat cinta padamu. Boleh aku mengecup keningmu?’. Sang akhwat terbuai alunan asmara, kembali mengangguk pelan sebagai tanda mengiyakan. Mulailah kepala sang pria bergerak menuju face sang akhwat. Hingga terjadilah ciuman romantis di antara dua anak manusia ini”.


Penulis menyadari ini adalah kasus kasuistis. Tapi kasus-kasus cinta bersemi di antara aktivis hingga berlanjut seperti dua anak muda yang saling pacaran, teramat sering penulis temui.

Tentu pertanyaannya, apakah sesama aktivis tidak boleh jatuh cinta? Kita harus menyadari sepenuhnya, meskipun para aktivis dakwah telah dibalut dengan aturan-aturan serta kode etik yang menjaga mereka untuk tidak jatuh dalam jeratan kemaksiatan di antara lawan jenis sebagaimana yang diajarkan oleh agama, namun mereka juga manusia biasa yang punya perasaan, rasa suka, mata yang menyenangi kecantikan/ketampanan, dan hati untuk mencinta ataupun dicintai.

Namun, posisi mereka yang sudah kadung dianggap sebagai “orang suci” oleh komunitas mahasiswa secara umum, membuat perilaku pacaran ala aktivis mendapat cibiran dan cemoohan yang menyakitkan. Memang tak mudah menjadi aktivis dakwah. Tidak hanya harus bercapek-capek mengurusi aktivitas dakwah, tapi harus juga menjaga diri dari perilaku permisif yang konon sangat aib dilakukan oleh para aktivis dakwah.

Tapi itulah konsekuensi sebagai aktivis dakwah. Ada nama agama yang mesti dijaga. Ada kode etik tersendiri yang mesti diikuti. Tapi apakah dengan kode etik dan amanah untuk menjaga nama baik agama itu serta-merta menjadikan mereka seperti Malaikat tanpa rasa cinta dan nafsu manusiawi?

Tentunya tidak mesti seperti itu. Sering rapat bersama, keluar kota bersama, berlelah-lelah bersama lewat berbagai kegiatan tak menutup kemungkinan adanya rasa simpati, empati, dan rasa memiliki. Ketika semua rasa kepedulian itu meningkat menjadi rasa cinta, maka segeralah benahi hati. Jika memang sudah tak dapat dibendung lagi tentu memutuskan untuk melamar sang “pencuri hati” perlu segera dilakukan. Agar semua yang haram menjadi halal, dan kehormatan nama aktivis dakwah-pun tetap dipertahankan.

Mengadulah kepada kekasihmu

Ketahuilah,bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (QS Al Hadiid, 57:20)
Dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis ( QS. An Najm, 53:43)

Sahabat, kita ini sesungguhnya sedang bermain dalam sebuah panggung kehidupan yang diciptakanNya.Dengan berbagai peran,keadaan, dan penjiwaan.

Peran apa yang sedang engkau mainkan? Seorang yang kaya ataukah miskin? Kaya jiwa ataukah harta? Miskin harta ataukah bathin? Seorang insan yang penuh duka ataukah seorang hamba yang senantiasa ceria dan bahagia? Suatu ketika kita akan tertawa,dan lain waktu kita juga akan dipaksa menangis.Masya Allah, itulah Kuasa-Nya Allah. (Subhanallah,walhamdulilah

,walaailaa ha ilallah,Wallaahu Akbar)

Duhai yang sedang dilanda duka,La tahzan wala takhof,janganlah sedih dan janganlah takut.Allah SWT berfirman:

Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu. (QS. Ad Dhuha, 93:3)

Dekati Dia ...

Bukankah dengan Sifat Maha Penyayang-Nya engkau sebut Dia yang Tersayang? Bukankah dengan Sifat Maha Pengasihnya engkau sebut Dia Sang Kekasih?! Mengadulah Pada Kekasihmu!

Dia akan menguatkan jiwamu,meneteramkan qolbumu.Dia sebaik-baiknya penolong.Sebaik-baik pelindung. Percayakan semua pada-Nya karena dalam cinta,harus ada kepercayaan. Ucapkan padaNYa, "Yaa habibi ... wahai Kekasihku, aku ingin mengadu padaMu."

Dengan kelebutan-Nya, Ia berfirman :

Bangunlah untuk shalat di malam hari. 9Yaitu seperduanya atau kurang dari padanya sedikit.Atau lebih atasnya. (QS. Al Muzzammil, 73:2-4)

Shalatlah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan. Itu akan membutmu khusyu�. Kemudian tumpahkanlah segala yang menyesakkan dadamu. curahkan segala isi hatimu,gundah gelisahmu,sampaikan semua pada-Nya. Dengan ungkapan pilu, ataupun didirngi tangisan yang lembut. Karena sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik Pendengar.

Dan Berdoalah dengan penuh harap,rendah diri, dan suara perlahan. Seperti do�a yang diajarkan-Nya.:

Rabbi adkhilni mudkhala sidqi-wa akhrijnii mukhraja sidqin-waj �al lii min-ladunka sulthaanan nashiraa.

Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar keluarkanlah(pula) akan secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong . (QS. Al Israa, 17:80)

Ataupun doa-doa lain yang menjadi keinginan. Hantarkan ia dengan bahasa yang mudah bagimu, dan jangan pernah merasa sunkan.

Rasullulah s. a. w. bersabda:
Sesungguhnya Raabmu itu pemalu lagi pemurah, merasa maulu apabila tidka mengabulkan do�a kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa lalu dikembalikan kosong. ( HR. Muslim )

Nah, bagaimana keadaanmu sekarang? Terasa ringan, bukan ? Insya Allah. Dan saat-saat yang indah bersama-Nya ini takkan pernah kau lupakan. Di mana engkau akan senantiasa rindu dan ingin selalu menjumpai-Nya. Jika tak bertemu sehari saja. ada sesuatu yang hilang. Dia pun semakin sayang dan cinta padamu.

Sesungguhnya, Sang Kekasih itu senntiasa ada bersamu, tak pernah jauh. Dia begitu dekat, sangat dekat. Mampukah engkau menangkap keberadaan-Nya?

Dia ada disini ... melihat aku menulis untukmu.

Dan melihatmu ... yang kini sedang meresapinya.

Dengarkanlah bisik qalbumu ... dan engkau pun akan merasakannya ...

Sabtu, 24 April 2010

Surat dari seorang akhwat untukmu wahai ikhwan yang akan ta'aruf

Bismillah....
Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa mewakili
suara saudara-saudaraku, para akhwat pada umumnya.
Proses ta’aruf merupakan suatu proses awal menuju proses
selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak
semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah
skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan
tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup
adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato
gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak

melontarkan perkataan ta’aruf pada seorang akhwat;
Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak
sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah
melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya.
Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih
sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui
atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka
disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang

lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk
menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya
fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah
kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah
antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum
benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin
ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata
ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ta’aruf menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu

tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan
pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa
jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama
perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah
antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat
akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat
berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan.
Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum

menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula.
Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan
akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah
akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah
antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah
hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi
kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan
membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum
membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat
akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat
berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum
siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin
saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya
hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari
teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin
mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu
calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka
berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan.

Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak
berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya.
Kita tentunya tdk mau memakai label ta’aruf untuk membungkus suatu
kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma
menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara
antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak
berhak antum buat coba-coba. Pikirkanlah kembali. Mintalah
petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput
mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum

menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ta’aruf berkah di awal, di tengah,
sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang
menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa
mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari
yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang
tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk
menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya
antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya
sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih
keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama
perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat
dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan
keberkahanNya.

Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon

qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang
akan melahirkan generasi penyeru dan pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta
maaf, afwan jiddan bila dalam pesan ini ada hal-hal yg kurang akhsan..
 

kutipan dari: Ummu 'Aisy Bintu Ilham

Kiat Sehat Rasulullah SAW

Rasulullah bersabda:

�Mu�min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu�min yang lemah.� (HR Muslim)


Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut ini:


Selalu Bangun Sebelum Subuh


Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat fardhu, shalat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yang mendalam antara lain:


Berlimpah pahala dari Allah.

Kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan/ terapi penyakit Tubercolusis
Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

Aktif Menjaga Kebersihan


Rasul selalu senantiasa rapi dan bersih, tiap hari kamis atau jumat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.


�Madi pada hari jumat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah dewasa (baligh). Demikian pula menggosok gigi dan memakai wangi-wangian.� (HR Muslim)


Tidak Pernah Banyak Makan


Sabda Rasul:


�Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).� (Muttafaq Alaih)


Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk 3 benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.


Gemar Berjalan Kaki


Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainnya.


Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.


Tidak Pemarah


Nasehat Rasulullah: �Jangan Marah� diulang sampai tiga kali. Ini menunjukan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.


Ada terapi yang tepat untuk menahan amarah:


Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.

Membaca Ta�awwudz, karena marah itu datangnya dari syaitan.
Segeralah Berwudhu.
Shalat dua Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

Optimis Dan Tidak Putus Asa


Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah Swt.


Tak Pernah Iri Hati


Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, mentalitas maka jauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.


Sumber: Buletin Jumat Masjid AT- Taqwa, Bandung

salah satu bukti kebenaran Al-qur'an scr ilmiah

Profesor Yoshihide Kozai mengatakan: "Saya sangat terkesan dengan penernuan kebenaran astronomi di dalam al-Quran." Prof. Kozai adalah pensiunan Guru Besar di Universitas Tokyo, Hongo, Tokyo, Jepang dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang.

Kami mempresentasikannya sejumlah ayat al-Quran yang menggambarkan awal mula penciptaan langit yang mana ada hubungan antara bumi dengan langit. Setelah mempelajari ayat ini, Profesor Kozai menanyakan kepada kami tentang al-Quran dan waktu ketika al-Quran diturunkan.


Kami memberitahukannya bahwa al-Quran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu dan kemudian kami menanyakannya tentang fakta yang terdapat pada ayat-ayat ini. Setelah kami menjawab, kami akan menunjukkannya teks al-Quran.


Dia menampakkan keterkejutannya lalu mengatakan bahwa al-Quran menggambarkan alam semesta seperti poin tertinggi, segala sesuatu yang telah dilihat secara terang dan jelas. Dialah yang telah mengatakan segala sesuatu yang kita hhat keberadaannya. Inilah poin yang tidak ada yang tidak dapat dilihat.


Kami menanyakannya, apakah poin itu pada saat cakrawala dalam bentuk asap. Beliau menjelaskan bahwa semua tanda dan indikasi itu berkumpul untuk membuktikan bahwa satu poin pada saat seluruh cakrawala itu tidak ada namun sebuah kumpulan asap. Hal ini memperkuat sebuah bukti yang tampak. Para ilmuwan sekarang dapat menyelidiki bintang baru yang terbentuk dari asap itu, yang mana keaslian dari alam semesta kita sebagaimana yang kita lihat.


Gambar ini baru saja diperoleh akhir-akhir ini dengan bantuan pesawat ruang angkasa. Hal ini ditunjukkan dengan salah satu bintang yang terbentuk dari asap. Lihatlah bagian asap bagian luar yang tampak kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas.


Dan lihatlah pusat awan dan bagaimana asap yang penuh asap itu kepadatannya yang tinggi menjadi bersinar. Bintang-bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta. Kami menunjukkannya beberapa ayat ayat al¬Quran sebagai berikut:


"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu : Keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati. " (QS Fushshilat : 11)


Beberapa ilmuwan menggambarkan dukhaan atau asap "yang berkabut". Akan tetapi Profesor Kozai menjelaskan bahwa kabut tidak cocok dengan penggambaran asap ini, sebab kabut memiliki sifat yang khas, yaitu dingin sedangkan asap kosmis agak panas. Dukhaan pada kenyataannya tersusun dari gas yang tersebar yang mana zat padat itu terselamatkan.


Dan inilah penggambaran yang benar dari asap yang timbul di alam semesta sebelum bintang-bintang terbentuk. Profesor Kozai mengatakan bahwa karena asap itu panas, kita tidak dapat menggambarkan asap itu sebagai "kabut".


Dukhaan adalah kata deskriptif yang paling bagus yang dapat digunakan. Dengan cara inilah Profesor Kozai melanjutkan penelitiannya tiap-tiap ayat al-Quran yang kami tunjukkan kepadanya.


(Hal ini jauh berbeda dengan apa yg dikatakan alkitab kristian yg mengatakan jika pada awal penciptaan berupa air.


Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang DI ATAS PERMUKAAN AIR.


Tidak mungkin pada saat awal penciptaan alam semesta ini sudah ada air. Ini ialah suatu yang sama sekali tidak ilmiah dan terbukti salah.)


Akhirnya kami bertanya kepadanya: "Apa yang Anda pikirkan tentang fenomena ini yang telah Anda lihat, yakni permulaan ilmu pengetahuan untuk menemukan rahasia alam semesta, sedangkan beberapa rahasia ini telah diungkapkan di dalam al-Quran atau Sunnah?


Apakah Anda berpikir bahwa al-Quran yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW berasal dari manusia?"


Profesor Kozai menjawab: "Saya katakan, saya sangat terkesan dengan penemuan kenyataan astronomi di dalam al-Quran dan bagi kita, para ahli astronomi, mempelajari hal itu hanya sebagian kecil dari alam semesta.


Kita telah menghimpun kekuatan kita untuk memahami sebagian kecil. Sebab, bagian kecil dari langit tanpa berpikir keseluruhan isi alam semesta. Sehingga dengan membaca al-Quran dan menjawab pertanyaan, saya berpikir, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta."


Profesor Kozai percaya bahwa al-Quran itu tidak mungkin berasal dari manusia. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa "Kami para ilmuwan memusatkan studi kita hanya pada area kecil, akan tetapi jika kita membaca al-Quran, kemudian kita akan terlihat gambar yang lebih luas dari alam semesta ini.


Para ilmuwan harus melihatnya dalam pandangan yang lebih luas dengan tidak terbatas dan pandangan yang sempit." Profesor Kozai mengakui hubungannya dengan kosmos, dia sekarang sanggup untuk menetapkan jalannya untuk masa depan.


Dia mengatakan dari sekarang dia akan merencanakan riset dengan petunjuk yang meliputi ayat al-Quran dari sudut pandang alam semesta. Allah Maha Besar dan Maha Agung. Inilah keajaiban yang abadi yang diulangi lagi.


Inilah keajaiban yang diberikan untuk kehidupan dan meyakinkan Muslim dan non-Muslim dan akan meyakinkan seluruh generasi sampai Hari Kiamat. Allah berfirman di dalam al¬Quran:


". . . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya.. . . " (QS an-Nisa: 166)


"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetuhuinya. Dan Tuhamu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. " (QS an-Naml: 93)


Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

Jumat, 23 April 2010

Saat Kubur Jadi Tempat Ibadah

Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni rahimahullah ditanya mengenai ziarah kubur yang disyariatkan.
Beliau rahimahullah menjawab: Perlu diketahui bahwa ziarah kubur ada dua bentuk: ziarah kubur yang disyariatkan dan ziarah kubur yang jauh dari tuntunan Islam.
[Ziarah Kubur yang Disyariatkan]

Contoh dari ziarah kubur yang disyariatkan adalah mendoakan si mayit, sebagaimana dibolehkan juga melaksanakan shalat jenazah untuknya. Dasar dari hal ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menziarahi kubur Baqi’ dan kubur pada syuhada’ Uhud. Kemudian beliau mengajari para sahabatnya, jika mereka menziarahi kubur hendaklah membaca do’a: “Semoga keselamatan bagi kalian wahai negeri (peristirahatan sementara) kaum mukminin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian. Semoga Allah merahmati kalian yang lebih dahulu dari kami dan kami pun akan menyusul kalian. Kami memohon pada Allah keselamatan pada kami dan kalian. Ya Allah, janganlah halangi ganjaran bagi mereka. Janganlah beri siksaan kepada mereka setelah itu. Ampunilah dosa-dosa kami dan mereka.”

Demikian pula setiap do’a orang mukmin untuk para nabi dan selainnya, sebagaimana kita temukan dalam pensyariatan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam hadits yang shahih, “Jika kalian mendengar muadzin (orang yang mengumandangkan adzan), maka katakanlah semisal yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah padaku karena barangsiapa yang bershalawat padaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10 kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku karena wasilah adalah suatu derajat di surga yang hanya diberikan pada hamba-hamba Allah. Aku berharap termasuk hamba yang mendapatkan wasilah tersebut. Barangsiapa yang meminta pada Allah wasilah untukku, maka ia pantas mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti. Setiap muslim yang mengucapkan salam untukku, Allah akan kembalikan ruhku padaku sampai aku balas salam tersebut.”

[Ziarah Kubur yang Jauh dari Tuntunan Islam]

Ziarah kubur yang jauh dari tuntunan Islam adalah ziarah kubur yang dilakukan oleh pelaku syirik yang sejenis ziarah kubur yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani. Mereka memaksudkan do’a pada mayit dan beristi’anah (meminta tolong) melalui mayit yang ada di dalam kubur. Berbagai hajat diminta melalui perantaraan penghuni kubur. Mereka pun shalat di sisi kubur dan berdoa melalui perantaraan si mayit. Perbuatan semacam ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh ulama masa silam dan para imam besar. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menutup jalan agar tidak memasuki pintu syirik dengan melakukan semacam ini. Dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di saat sakit menjelang kematiannya, “Sungguh Allah melaknat orang Yahudi dan Nashrani yang telah menjadikan kubur Nabi mereka sebagai masjid (layaknya tempat ibadah). Dia telah memperingatkan apa yang mereka perbuat.” Aiyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Seandainya bukan karena sabda beliau ini, tentu kubur beliau akan ditampakkan di luar rumah. Sungguh dilarang jika ada yang menjadikan kuburannya sebagai masjid.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lima hari sebelum kematiannya, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan (para nabi dan orang-orang shalih dari mereka) sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid, karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu”.”

Dari sini, kita dapat melihat bahwa ziarah bentuk pertama yang disebutkan di awal termasuk jenis amalan yang dituntunkan dan bentuk ihsan (berbuat baik) terhadap sesama. Ziarah bentuk pertama tersebut dapat mensucikan hati sebagaimana yang Allah perintahkan (agar berziarah kubur untuk mengingat kematian). Sedangkan ziarah bentuk kedua termasuk bentuk syirik kepada Allah dan termasuk tindak kezholiman karena tidak menempatkan hak Allah dan hak hamba dengan benar. Dalam hadits yang shahih dikatakan, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat Allah menurunkan ayat (yang artinya): “Orang-orang beriman yaitu mereka yang tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezholiman” (QS. Al An’am: 82)”. Ketika mendengar ayat tersebut, para sahabat pun menjadi gelisah. Mereka pun bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Lantas siapakah –wahai Rasul- yang tidak berbuat zholim pada dirinya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya yang dimaksud zholim dalam ayat tersebut adalah syirik. Tidakkah kalian mendengar perkataan seorang hamba yang sholih (yang artinya), “Sesungguhnya syirik adalah kezholiman yang paling besar?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, janganlah jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah.”

Begitu pula Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr” (QS. Nuh: 23)

Para ulama salaf mengatakan, “Berhala-berhala yang disebutkan dalam ayat tersebut dulunya adalah orang-orang sholih di kaum Nuh. Ketika mereka mati, kaum Nuh beri’tikaf di kubur mereka dan membuat patung-patung yang menyerupai mereka. Inilah awal penyembahan berhala.”

Ziarah bentuk kedua ini sejenis dengan ibadahnya orang Nashrani. Hal semacam ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhu dan para tabi’in. Mereka tidak pernah memanjatkan do’a di sisi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti ini pun tidak pernah dilakukan oleh ulama salaf lainnya. Bahkan para ulama besar melarang seseorang berdiam diri di sisi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdo’a di situ. Para ulama tersebut katakan bahwa amalan semacam ini sangat jauh dari tuntunan Islam. Para sahabat dan para tabi’in tidak pernah melakukan hal semacam ini. Yang mereka lakukan adalah mengucapkan salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penghuni kubur lainnya, selepas itu mereka pun pergi.

Kalau kita dapat menyaksikan, Abdullah bin ‘Umar ketika memasuki masjid Nabawi, beliau mengucapkan, “Semoga keselamatan kepadamu wahai Rasulullah. Semoga keselamatan kepadamu wahai Abu Bakr. Semoga keselamatan kepadamu wahai ayahku (Umar bin Khottob).” Selepas itu, Ibnu ‘Umar lekas pergi (tanpa berdiam lama di sisi kubur). Imam Malik dan ulama besar lainnya memiliki perkataan tegas mengenai hal ini. Abu Yusuf dan ulama lainnya juga memiliki perkataan demikian. Mereka berkata bahwa tidak boleh bagi seorang pun meminta kepada Allah dengan menggunakan perantaraan seorang nabi, malaikat atau lainnya. Kaum muslimin (yaitu para sahabat) dahulu pernah tertimpa kemarau dan kekeringan. Namun mereka berdo’a memohon pada Allah agar diturunkan hujan. Mereka pun berdoa atas musuh-musuhnya dan meminta agar diberi pertolongan melalui do’a orang-orang sholih (yang masih hidup). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan diberi pertolongan dan diberi rizki berkat do’a orang-orang lemah di antara kalian, yaitu berkat do’a, shalat dan keikhlasan mereka.”

At Tauhid edisi VI/17
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
 

Selasa, 20 April 2010

kisah tentang bacaan Basmallah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan.
Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."


Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."


Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.


Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."


Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan uang itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim

." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibril A.S. untuk mengembalikan uang dan menyerahkan uang itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.


dan masih banyak lg keutamaan memulai sesuatu dengan basmallah karena jk kita memulai sesuatu dengan basmallah maka itu bernilai ibadah buat kita^^

Senin, 19 April 2010

Rahasia di Balik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35)
Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.


Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.
(HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa


Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.
(HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.”

(HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya


Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya,


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
(QS. al-An’am: 42)

yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku.
(Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah


Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)


Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.”
(HR. Tirmidzi, shohih).

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini... Aamiin...

WaLlahu Ta'ala a'lam

Penulis: Abu Hasan Putra

Artikel www.muslim.or.id

Menuntut 'ilmu dengan Benar

Imam Asy-Syatibi rahimahullah di Mukadimah ke dua belas dari kitab Al Muwafaqot menyebutkan cara terbaik untuk meraih ilmu syar’I adalah mengambilnya langsung dari dari ahlinya yang menguasai ilmu tersebut.

Ulama mengatakan, “Sesungguhnya ilmu itu dulunya tersimpan di dada-dada para pengembannya, kemudian berpindah ke kitab-kitab lalu kuncinya ada pada para ahlinya”.


Asy-Syatibi berkata, “Ungkapan ini menunjukkan untuk mendapatkan ilmu harus mengambilnya dari ulama-ulama yang menguasainya, mereka adalah kunci-kuncinya tanpa diragukan lagi”.


Kemudian beliau melanjutkan, “Apabila telah tetap bahwasanya harus mengambil ilmu dari ahlinya yang menguasainya. Maka untuk menempuhnya ada dua cara :


Pertama : Musyafahah (mengambil langsung dari lisannya, dan ini adalah jalan yang paling bermanfaat).”


Yaitu penuntut ilmu duduk di hadapan gurunya dengan benar, ikhlas dan fokus kepada ilmu. alangkah besarnya berkah dan rahmah duduk di majelis ilmu seperti ini.


Seringkali seorang penuntut ilmu membaca sebuah kitab, ia menghapalnya, dan mengulang-ulangnya tapi ia tidak mengerti. Apabila disampaikan oleh guru ia tiba-tiba bisa paham dengan mudah, dan ia mendapatkan ilmu itu di hadapan gurunya.


Asy-Syathiby berkata, “Dan pemahaman ini kadang didapat dengan hal yang biasa, seperti penjelasan bagian yang meragukan yang tak terpikirkan oleh seorang penuntut ilmu, dan bisa juga di dapat dengan hal yang tidak biasanya, yaitu Allah menganugerahkan kepada penuntut ilmu pemahaman ketika ia bersimpuh di hadapan gurunya dengan tawadhu dan merasa membutuhkan apa yang diajarkan kepadanya. Ini adalah di antara faedah-faedah duduk di majelis para ulama, yaitu; ketika dibukakan pemahaman untuk penuntut ilmu di hadapan mereka apa yang tidak dibukakan untuknya ketika dia duduk belajar kepada yang lain”.


Jalan yang ke dua : untuk meraih ilmu, (masih bersama perkataan Abu Ishaq Asy-Syatiby rahimahullah), yaitu menelaah kitab-kitab yang dikarang para ulama. Cara ini juga bermanfaat dengan dua syarat :


Pertama : mampu memahami maksud-maksud ilmu yang sedang dipelajari, mengetahui istilah-istilah ahlinya, yang akan membantunya memahami kitab-kitab yang dipelajari. Dan modal inipun sejatinya di dapat dengan jalan yang pertama yaitu belajar langsung dari ulama atau ahlinya.


Kedua : hendaklah ia memilih kitab-kitab ulama terdahulu, karena mereka lebih mendalam ilmunya dari pada ulama muta-akhirin.


dan ini bukan berarti membaca dan mempelajari buku tidak berfaedah ..tentu sangat besar faedahnya ..namun belajar dari buku saja tidaklah cukup. bahkan tidak sedikit orang yang salah paham hanya karena mengandalkan berguru kepada buku. tetap saja seorang penuntut ilmu membutuhkan guru tempat bertanya tentang isi buku yang dia baca.


Maka barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu syar’i hendaklah mendatangilah ahlinya, yaitu ulama. Duduk dihadapan mereka dengan meluruskan niat dan mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Serta bertakwa kepada Allah zhohir dan batin, ketika sendiri maupun bersama orang lain, dalam perkataan dan perbuatan. Dan hendaklah senantiasa beruhasa menjaga keta’aan serta bersungguh-sungguh dalam menjauhi maksiat dan yang haram. Karena maksiat adalah kegelapan yang akan memadamkan cahaya ilmu.


Seperti perkataan Imam Malik kepada muridnya Imam Asy-Syafi’i, “Aku melihat bahwasanya Allah telah memberikan cahaya di hatimu. Jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan maksiat”.


Asy-Syafi’i berkata,


Aku mengadukan kepada waki’ buruknya hapalanku


Ia bimbing aku tinggalkan maksiat


Dan ia wasiatkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya


Dan cahaya Allah takkan diberikan kepada pelaku maksiat.


Selamat menuntut ilmu saudaraku! Semoga Allah Ta’ala memudahkan jalanmu ke surga… amin.

sumber : http://abuzubair.net/