Sabtu, 24 April 2010

Surat dari seorang akhwat untukmu wahai ikhwan yang akan ta'aruf

Bismillah....
Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa mewakili
suara saudara-saudaraku, para akhwat pada umumnya.
Proses ta’aruf merupakan suatu proses awal menuju proses
selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak
semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah
skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan
tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup
adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato
gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak

melontarkan perkataan ta’aruf pada seorang akhwat;
Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak
sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah
melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya.
Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih
sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui
atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka
disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang

lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk
menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya
fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah
kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah
antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum
benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin
ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata
ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ta’aruf menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu

tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan
pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa
jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama
perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah
antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat
akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat
berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan.
Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum

menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula.
Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan
akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah
akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah
antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah
hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi
kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan
membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum
membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat
akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat
berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum
siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin
saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya
hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari
teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin
mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu
calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka
berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan.

Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak
berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya.
Kita tentunya tdk mau memakai label ta’aruf untuk membungkus suatu
kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma
menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara
antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak
berhak antum buat coba-coba. Pikirkanlah kembali. Mintalah
petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput
mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum

menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ta’aruf berkah di awal, di tengah,
sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang
menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa
mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari
yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang
tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk
menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya
antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya
sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih
keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama
perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat
dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan
keberkahanNya.

Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon

qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang
akan melahirkan generasi penyeru dan pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta
maaf, afwan jiddan bila dalam pesan ini ada hal-hal yg kurang akhsan..
 

kutipan dari: Ummu 'Aisy Bintu Ilham

Kiat Sehat Rasulullah SAW

Rasulullah bersabda:

�Mu�min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu�min yang lemah.� (HR Muslim)


Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut ini:


Selalu Bangun Sebelum Subuh


Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat fardhu, shalat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yang mendalam antara lain:


Berlimpah pahala dari Allah.

Kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan/ terapi penyakit Tubercolusis
Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

Aktif Menjaga Kebersihan


Rasul selalu senantiasa rapi dan bersih, tiap hari kamis atau jumat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.


�Madi pada hari jumat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah dewasa (baligh). Demikian pula menggosok gigi dan memakai wangi-wangian.� (HR Muslim)


Tidak Pernah Banyak Makan


Sabda Rasul:


�Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).� (Muttafaq Alaih)


Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk 3 benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.


Gemar Berjalan Kaki


Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainnya.


Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.


Tidak Pemarah


Nasehat Rasulullah: �Jangan Marah� diulang sampai tiga kali. Ini menunjukan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.


Ada terapi yang tepat untuk menahan amarah:


Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.

Membaca Ta�awwudz, karena marah itu datangnya dari syaitan.
Segeralah Berwudhu.
Shalat dua Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

Optimis Dan Tidak Putus Asa


Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah Swt.


Tak Pernah Iri Hati


Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, mentalitas maka jauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.


Sumber: Buletin Jumat Masjid AT- Taqwa, Bandung

salah satu bukti kebenaran Al-qur'an scr ilmiah

Profesor Yoshihide Kozai mengatakan: "Saya sangat terkesan dengan penernuan kebenaran astronomi di dalam al-Quran." Prof. Kozai adalah pensiunan Guru Besar di Universitas Tokyo, Hongo, Tokyo, Jepang dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang.

Kami mempresentasikannya sejumlah ayat al-Quran yang menggambarkan awal mula penciptaan langit yang mana ada hubungan antara bumi dengan langit. Setelah mempelajari ayat ini, Profesor Kozai menanyakan kepada kami tentang al-Quran dan waktu ketika al-Quran diturunkan.


Kami memberitahukannya bahwa al-Quran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu dan kemudian kami menanyakannya tentang fakta yang terdapat pada ayat-ayat ini. Setelah kami menjawab, kami akan menunjukkannya teks al-Quran.


Dia menampakkan keterkejutannya lalu mengatakan bahwa al-Quran menggambarkan alam semesta seperti poin tertinggi, segala sesuatu yang telah dilihat secara terang dan jelas. Dialah yang telah mengatakan segala sesuatu yang kita hhat keberadaannya. Inilah poin yang tidak ada yang tidak dapat dilihat.


Kami menanyakannya, apakah poin itu pada saat cakrawala dalam bentuk asap. Beliau menjelaskan bahwa semua tanda dan indikasi itu berkumpul untuk membuktikan bahwa satu poin pada saat seluruh cakrawala itu tidak ada namun sebuah kumpulan asap. Hal ini memperkuat sebuah bukti yang tampak. Para ilmuwan sekarang dapat menyelidiki bintang baru yang terbentuk dari asap itu, yang mana keaslian dari alam semesta kita sebagaimana yang kita lihat.


Gambar ini baru saja diperoleh akhir-akhir ini dengan bantuan pesawat ruang angkasa. Hal ini ditunjukkan dengan salah satu bintang yang terbentuk dari asap. Lihatlah bagian asap bagian luar yang tampak kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas.


Dan lihatlah pusat awan dan bagaimana asap yang penuh asap itu kepadatannya yang tinggi menjadi bersinar. Bintang-bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta. Kami menunjukkannya beberapa ayat ayat al¬Quran sebagai berikut:


"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu : Keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati. " (QS Fushshilat : 11)


Beberapa ilmuwan menggambarkan dukhaan atau asap "yang berkabut". Akan tetapi Profesor Kozai menjelaskan bahwa kabut tidak cocok dengan penggambaran asap ini, sebab kabut memiliki sifat yang khas, yaitu dingin sedangkan asap kosmis agak panas. Dukhaan pada kenyataannya tersusun dari gas yang tersebar yang mana zat padat itu terselamatkan.


Dan inilah penggambaran yang benar dari asap yang timbul di alam semesta sebelum bintang-bintang terbentuk. Profesor Kozai mengatakan bahwa karena asap itu panas, kita tidak dapat menggambarkan asap itu sebagai "kabut".


Dukhaan adalah kata deskriptif yang paling bagus yang dapat digunakan. Dengan cara inilah Profesor Kozai melanjutkan penelitiannya tiap-tiap ayat al-Quran yang kami tunjukkan kepadanya.


(Hal ini jauh berbeda dengan apa yg dikatakan alkitab kristian yg mengatakan jika pada awal penciptaan berupa air.


Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang DI ATAS PERMUKAAN AIR.


Tidak mungkin pada saat awal penciptaan alam semesta ini sudah ada air. Ini ialah suatu yang sama sekali tidak ilmiah dan terbukti salah.)


Akhirnya kami bertanya kepadanya: "Apa yang Anda pikirkan tentang fenomena ini yang telah Anda lihat, yakni permulaan ilmu pengetahuan untuk menemukan rahasia alam semesta, sedangkan beberapa rahasia ini telah diungkapkan di dalam al-Quran atau Sunnah?


Apakah Anda berpikir bahwa al-Quran yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW berasal dari manusia?"


Profesor Kozai menjawab: "Saya katakan, saya sangat terkesan dengan penemuan kenyataan astronomi di dalam al-Quran dan bagi kita, para ahli astronomi, mempelajari hal itu hanya sebagian kecil dari alam semesta.


Kita telah menghimpun kekuatan kita untuk memahami sebagian kecil. Sebab, bagian kecil dari langit tanpa berpikir keseluruhan isi alam semesta. Sehingga dengan membaca al-Quran dan menjawab pertanyaan, saya berpikir, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta."


Profesor Kozai percaya bahwa al-Quran itu tidak mungkin berasal dari manusia. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa "Kami para ilmuwan memusatkan studi kita hanya pada area kecil, akan tetapi jika kita membaca al-Quran, kemudian kita akan terlihat gambar yang lebih luas dari alam semesta ini.


Para ilmuwan harus melihatnya dalam pandangan yang lebih luas dengan tidak terbatas dan pandangan yang sempit." Profesor Kozai mengakui hubungannya dengan kosmos, dia sekarang sanggup untuk menetapkan jalannya untuk masa depan.


Dia mengatakan dari sekarang dia akan merencanakan riset dengan petunjuk yang meliputi ayat al-Quran dari sudut pandang alam semesta. Allah Maha Besar dan Maha Agung. Inilah keajaiban yang abadi yang diulangi lagi.


Inilah keajaiban yang diberikan untuk kehidupan dan meyakinkan Muslim dan non-Muslim dan akan meyakinkan seluruh generasi sampai Hari Kiamat. Allah berfirman di dalam al¬Quran:


". . . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya.. . . " (QS an-Nisa: 166)


"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetuhuinya. Dan Tuhamu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. " (QS an-Naml: 93)


Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

Jumat, 23 April 2010

Saat Kubur Jadi Tempat Ibadah

Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni rahimahullah ditanya mengenai ziarah kubur yang disyariatkan.
Beliau rahimahullah menjawab: Perlu diketahui bahwa ziarah kubur ada dua bentuk: ziarah kubur yang disyariatkan dan ziarah kubur yang jauh dari tuntunan Islam.
[Ziarah Kubur yang Disyariatkan]

Contoh dari ziarah kubur yang disyariatkan adalah mendoakan si mayit, sebagaimana dibolehkan juga melaksanakan shalat jenazah untuknya. Dasar dari hal ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menziarahi kubur Baqi’ dan kubur pada syuhada’ Uhud. Kemudian beliau mengajari para sahabatnya, jika mereka menziarahi kubur hendaklah membaca do’a: “Semoga keselamatan bagi kalian wahai negeri (peristirahatan sementara) kaum mukminin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian. Semoga Allah merahmati kalian yang lebih dahulu dari kami dan kami pun akan menyusul kalian. Kami memohon pada Allah keselamatan pada kami dan kalian. Ya Allah, janganlah halangi ganjaran bagi mereka. Janganlah beri siksaan kepada mereka setelah itu. Ampunilah dosa-dosa kami dan mereka.”

Demikian pula setiap do’a orang mukmin untuk para nabi dan selainnya, sebagaimana kita temukan dalam pensyariatan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam hadits yang shahih, “Jika kalian mendengar muadzin (orang yang mengumandangkan adzan), maka katakanlah semisal yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah padaku karena barangsiapa yang bershalawat padaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10 kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku karena wasilah adalah suatu derajat di surga yang hanya diberikan pada hamba-hamba Allah. Aku berharap termasuk hamba yang mendapatkan wasilah tersebut. Barangsiapa yang meminta pada Allah wasilah untukku, maka ia pantas mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti. Setiap muslim yang mengucapkan salam untukku, Allah akan kembalikan ruhku padaku sampai aku balas salam tersebut.”

[Ziarah Kubur yang Jauh dari Tuntunan Islam]

Ziarah kubur yang jauh dari tuntunan Islam adalah ziarah kubur yang dilakukan oleh pelaku syirik yang sejenis ziarah kubur yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani. Mereka memaksudkan do’a pada mayit dan beristi’anah (meminta tolong) melalui mayit yang ada di dalam kubur. Berbagai hajat diminta melalui perantaraan penghuni kubur. Mereka pun shalat di sisi kubur dan berdoa melalui perantaraan si mayit. Perbuatan semacam ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh ulama masa silam dan para imam besar. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menutup jalan agar tidak memasuki pintu syirik dengan melakukan semacam ini. Dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di saat sakit menjelang kematiannya, “Sungguh Allah melaknat orang Yahudi dan Nashrani yang telah menjadikan kubur Nabi mereka sebagai masjid (layaknya tempat ibadah). Dia telah memperingatkan apa yang mereka perbuat.” Aiyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Seandainya bukan karena sabda beliau ini, tentu kubur beliau akan ditampakkan di luar rumah. Sungguh dilarang jika ada yang menjadikan kuburannya sebagai masjid.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lima hari sebelum kematiannya, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan (para nabi dan orang-orang shalih dari mereka) sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid, karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu”.”

Dari sini, kita dapat melihat bahwa ziarah bentuk pertama yang disebutkan di awal termasuk jenis amalan yang dituntunkan dan bentuk ihsan (berbuat baik) terhadap sesama. Ziarah bentuk pertama tersebut dapat mensucikan hati sebagaimana yang Allah perintahkan (agar berziarah kubur untuk mengingat kematian). Sedangkan ziarah bentuk kedua termasuk bentuk syirik kepada Allah dan termasuk tindak kezholiman karena tidak menempatkan hak Allah dan hak hamba dengan benar. Dalam hadits yang shahih dikatakan, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat Allah menurunkan ayat (yang artinya): “Orang-orang beriman yaitu mereka yang tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezholiman” (QS. Al An’am: 82)”. Ketika mendengar ayat tersebut, para sahabat pun menjadi gelisah. Mereka pun bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Lantas siapakah –wahai Rasul- yang tidak berbuat zholim pada dirinya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya yang dimaksud zholim dalam ayat tersebut adalah syirik. Tidakkah kalian mendengar perkataan seorang hamba yang sholih (yang artinya), “Sesungguhnya syirik adalah kezholiman yang paling besar?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, janganlah jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah.”

Begitu pula Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr” (QS. Nuh: 23)

Para ulama salaf mengatakan, “Berhala-berhala yang disebutkan dalam ayat tersebut dulunya adalah orang-orang sholih di kaum Nuh. Ketika mereka mati, kaum Nuh beri’tikaf di kubur mereka dan membuat patung-patung yang menyerupai mereka. Inilah awal penyembahan berhala.”

Ziarah bentuk kedua ini sejenis dengan ibadahnya orang Nashrani. Hal semacam ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhu dan para tabi’in. Mereka tidak pernah memanjatkan do’a di sisi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti ini pun tidak pernah dilakukan oleh ulama salaf lainnya. Bahkan para ulama besar melarang seseorang berdiam diri di sisi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdo’a di situ. Para ulama tersebut katakan bahwa amalan semacam ini sangat jauh dari tuntunan Islam. Para sahabat dan para tabi’in tidak pernah melakukan hal semacam ini. Yang mereka lakukan adalah mengucapkan salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penghuni kubur lainnya, selepas itu mereka pun pergi.

Kalau kita dapat menyaksikan, Abdullah bin ‘Umar ketika memasuki masjid Nabawi, beliau mengucapkan, “Semoga keselamatan kepadamu wahai Rasulullah. Semoga keselamatan kepadamu wahai Abu Bakr. Semoga keselamatan kepadamu wahai ayahku (Umar bin Khottob).” Selepas itu, Ibnu ‘Umar lekas pergi (tanpa berdiam lama di sisi kubur). Imam Malik dan ulama besar lainnya memiliki perkataan tegas mengenai hal ini. Abu Yusuf dan ulama lainnya juga memiliki perkataan demikian. Mereka berkata bahwa tidak boleh bagi seorang pun meminta kepada Allah dengan menggunakan perantaraan seorang nabi, malaikat atau lainnya. Kaum muslimin (yaitu para sahabat) dahulu pernah tertimpa kemarau dan kekeringan. Namun mereka berdo’a memohon pada Allah agar diturunkan hujan. Mereka pun berdoa atas musuh-musuhnya dan meminta agar diberi pertolongan melalui do’a orang-orang sholih (yang masih hidup). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan diberi pertolongan dan diberi rizki berkat do’a orang-orang lemah di antara kalian, yaitu berkat do’a, shalat dan keikhlasan mereka.”

At Tauhid edisi VI/17
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
 

Selasa, 20 April 2010

kisah tentang bacaan Basmallah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan.
Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."


Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."


Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.


Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."


Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan uang itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim

." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibril A.S. untuk mengembalikan uang dan menyerahkan uang itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.


dan masih banyak lg keutamaan memulai sesuatu dengan basmallah karena jk kita memulai sesuatu dengan basmallah maka itu bernilai ibadah buat kita^^

Senin, 19 April 2010

Rahasia di Balik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35)
Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.


Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.
(HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa


Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.
(HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.”

(HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya


Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya,


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
(QS. al-An’am: 42)

yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku.
(Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah


Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)


Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.”
(HR. Tirmidzi, shohih).

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini... Aamiin...

WaLlahu Ta'ala a'lam

Penulis: Abu Hasan Putra

Artikel www.muslim.or.id

Menuntut 'ilmu dengan Benar

Imam Asy-Syatibi rahimahullah di Mukadimah ke dua belas dari kitab Al Muwafaqot menyebutkan cara terbaik untuk meraih ilmu syar’I adalah mengambilnya langsung dari dari ahlinya yang menguasai ilmu tersebut.

Ulama mengatakan, “Sesungguhnya ilmu itu dulunya tersimpan di dada-dada para pengembannya, kemudian berpindah ke kitab-kitab lalu kuncinya ada pada para ahlinya”.


Asy-Syatibi berkata, “Ungkapan ini menunjukkan untuk mendapatkan ilmu harus mengambilnya dari ulama-ulama yang menguasainya, mereka adalah kunci-kuncinya tanpa diragukan lagi”.


Kemudian beliau melanjutkan, “Apabila telah tetap bahwasanya harus mengambil ilmu dari ahlinya yang menguasainya. Maka untuk menempuhnya ada dua cara :


Pertama : Musyafahah (mengambil langsung dari lisannya, dan ini adalah jalan yang paling bermanfaat).”


Yaitu penuntut ilmu duduk di hadapan gurunya dengan benar, ikhlas dan fokus kepada ilmu. alangkah besarnya berkah dan rahmah duduk di majelis ilmu seperti ini.


Seringkali seorang penuntut ilmu membaca sebuah kitab, ia menghapalnya, dan mengulang-ulangnya tapi ia tidak mengerti. Apabila disampaikan oleh guru ia tiba-tiba bisa paham dengan mudah, dan ia mendapatkan ilmu itu di hadapan gurunya.


Asy-Syathiby berkata, “Dan pemahaman ini kadang didapat dengan hal yang biasa, seperti penjelasan bagian yang meragukan yang tak terpikirkan oleh seorang penuntut ilmu, dan bisa juga di dapat dengan hal yang tidak biasanya, yaitu Allah menganugerahkan kepada penuntut ilmu pemahaman ketika ia bersimpuh di hadapan gurunya dengan tawadhu dan merasa membutuhkan apa yang diajarkan kepadanya. Ini adalah di antara faedah-faedah duduk di majelis para ulama, yaitu; ketika dibukakan pemahaman untuk penuntut ilmu di hadapan mereka apa yang tidak dibukakan untuknya ketika dia duduk belajar kepada yang lain”.


Jalan yang ke dua : untuk meraih ilmu, (masih bersama perkataan Abu Ishaq Asy-Syatiby rahimahullah), yaitu menelaah kitab-kitab yang dikarang para ulama. Cara ini juga bermanfaat dengan dua syarat :


Pertama : mampu memahami maksud-maksud ilmu yang sedang dipelajari, mengetahui istilah-istilah ahlinya, yang akan membantunya memahami kitab-kitab yang dipelajari. Dan modal inipun sejatinya di dapat dengan jalan yang pertama yaitu belajar langsung dari ulama atau ahlinya.


Kedua : hendaklah ia memilih kitab-kitab ulama terdahulu, karena mereka lebih mendalam ilmunya dari pada ulama muta-akhirin.


dan ini bukan berarti membaca dan mempelajari buku tidak berfaedah ..tentu sangat besar faedahnya ..namun belajar dari buku saja tidaklah cukup. bahkan tidak sedikit orang yang salah paham hanya karena mengandalkan berguru kepada buku. tetap saja seorang penuntut ilmu membutuhkan guru tempat bertanya tentang isi buku yang dia baca.


Maka barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu syar’i hendaklah mendatangilah ahlinya, yaitu ulama. Duduk dihadapan mereka dengan meluruskan niat dan mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Serta bertakwa kepada Allah zhohir dan batin, ketika sendiri maupun bersama orang lain, dalam perkataan dan perbuatan. Dan hendaklah senantiasa beruhasa menjaga keta’aan serta bersungguh-sungguh dalam menjauhi maksiat dan yang haram. Karena maksiat adalah kegelapan yang akan memadamkan cahaya ilmu.


Seperti perkataan Imam Malik kepada muridnya Imam Asy-Syafi’i, “Aku melihat bahwasanya Allah telah memberikan cahaya di hatimu. Jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan maksiat”.


Asy-Syafi’i berkata,


Aku mengadukan kepada waki’ buruknya hapalanku


Ia bimbing aku tinggalkan maksiat


Dan ia wasiatkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya


Dan cahaya Allah takkan diberikan kepada pelaku maksiat.


Selamat menuntut ilmu saudaraku! Semoga Allah Ta’ala memudahkan jalanmu ke surga… amin.

sumber : http://abuzubair.net/

Keutamaan Sholat Tepat Waktu

Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi pasar, kantor, terminal serta tempat-tempat lain masih saja hiruk pikuk dipenuhi umat muslim. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan ini, bahkan ada juga yang melalaikan sholat lima waktu. Menunaikan shalat tepat waktu berarti melatih diri untuk disiplin. Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan terbiasa melakukan disiplin-displin dalam kegiatan lainnya. Shalat tepat waktu bisa menjadi ukuran disiplin bagi seorang muslim.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan. Untuk Shalat Isya’ Nabi biasa mengerjakannya pada sebagian besar waktu malam. “Telah bersabda Rasulullah saw.”Sekiranya tidak memberatkan umatku, tentu aku suruh mereka mengundurkan isya hingga sepertiga atau seperdua malam.” (HR.Ahmad, Ibnu Majah,Tirmizi).

Pesan Khalifah Usman bin Affan ra:

“Orang-orang yang memelihara shalat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan:

1. Dicintai Allah

2. Badannya senantiasa sehat

3. Dijaga oleh Malaikat

4. Diturunkan berkah untuk rumahnya

5. Mukanya akan kelihatan tanda orang yang shaleh

6. Allah akan melembutkan hatinya

7. Dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim layaknya seperti kilat

8. Akan diselamatkan dari api neraka

9. Allah akan menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan tidak bersedih

Sumber:
http://www.taushiyah-online.com/index.php?page=taushiyah/detail_Tausyiah&idT=204

Pertanyaan Hidup Anda yang Pasti

Pertanyaan ke 1. Apa yg paling dekat dgn diri kita di dunia ini??

Muridnya ada yg menjawab,, "orang tua", "guru", "teman", "kerabatnya"

Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian".

Sebab kematian adalahPASTI adanya,,,

* Pertanyaan ke 2,

Apa yg paling jauh dari diri kita di dunia ini?

Muridnya ada yg menjawab,,, "negara Cina", "bulan", "matahari

Yg paling benar adalah "masa lalu.

Siapa pun kita,,, bagaimana pun kita,,, dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu,,,

Sebab itu kita hrs menjaga hari ini,,, hari2 yg akan datang.

* Yg ke 3,, Apa yg paling besar di dunia ini?

Muridnya ada yg menjawab "gunung", "bumi" "matahari",,

Yg plg besar dr yg ada di dunia ini adalah "nafsu"...

Banyak manusia menjadi celaka krn menuruti hawa nafsunya...

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...

Karena itu, kita hrs hati2 dgn hawa nafsu ini

* Pertanyaan ke 4 adalah, "Apa yg paling berat di dunia ini?"

Di antara muridnya ada yg menjawab,, "baja", "besi" "gajah",,

Yg paling berat adalah "memegang amanah"

* Pertanyaan yg ke 5, adalah,,, "Apa yg paling ringan di dunia ini?"

Ada yg menjawab "kapas", "angin", "debu" "daun2an"

Yg paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Ibadah"

* Lalu pertanyaan ke 6 adalah,,, "Apakah yg paling tajam di dunia ini?"

Muridnya menjawab dgn serentak... "PEDANG!!"

Yg paling tajam adalah "lidah manusia"

Karena melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati,,,

melukai perasaan saudaranya sendiri,,

Semoga berguna

Cara Mudah Menghafal Nama Surat dlm Al-qur'an

Cerita 1 (Surah 1 - 10):

Saya khataman al-qur'an dimulai dengan membaca surat PEMBUKAAN. Cerita pertama adalah tentang SAPI BETINA dilanjutkan dengan kisah KELUARGA IMRAN yang bercerita tentang wanita AN-NISA yang sedang menyediakan HIDANGAN untuk BINATANG TERNAK yang memiliki kandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI yang dibagikan sebagai HARTA RAMPASAN PERANG bagi orang yang TAUBAT seperti taubatnya YUNUS.




Susunan cerita (Nama Surat):

PEMBUKAAN (Al-Fatihah)
SAPI BETINA (A-Baqarah)
KELUARGA IMRAN (Ali Imran)
WANITA (An-Nisa)
HIDANGAN (Al-Maidah)
BINATANG TERNAK (Al-An'am)
TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI (Al-A'raf)
HARTA RAMPASAN PERANG (Al-Anfal_
TAUBAT (Al-Taubah)
YUNUS (Yunus)
Kita lanjutkan dengan kisah ke 2 (surat 11 - 20):
HUD dan YUSUF berlindung dari PETIR sementara IBRAHIM berlindung di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana para LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan THOHA.
Susunan Cerita (Nama Surat):
HUD (Hud)
YUSUF (Yusuf)
PETIR (Al-Rad)
IBRAHIM (Ibrahim)
PEGUNUNGAN HIJR (Al-Hijr)
LEBAH (An-Nahl)
PERJALANAN MALAM (Al-Israa)
GUA (Al-Kahfi)
MARYAM (Maryam)
THOHA (Thahaa)
Cerita 3 (Surah 21 - 30):

PARA NABI melaksanakan HAJI diikuti ORANG-ORANG BERIMAN yang berpakaian ihram putih laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG HAQ DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam kitab KISAH-KISAH dan juga tentang LABA-LABA dijaman BANGSA ROMAWI.

SUSUNAN CERITA (Nama Surat):
PARA NABI (Al-Anbiya)
Haji (Al-Hajj)
ORANG-ORANG BERIMAN (Al-Mu'minun)
CAHAYA (An-Nur)
PEMBEDA ANTARA YANG HAQ DAN BATHIL (Al-Furqon)
PARA PENYAIR (Asy-Syuara)
SEMUT (An-Naml)
KISAH_KISAH (Al-Qoshos)
LABA-LABA (Al-Ankabut)
BANGSA ROMAWI (Ar-Rum).
Cerita 4 (Surah 31 - 40):

LUKMAN rajin berSUJUD sementara GOLONGAN YANG BERSEKUTU dan KAUM SABA tidak beriman kepada Yangmaha PENCIPTA. Surah YASIIN dibaca oleh orang YANG BERSHAF-SHAF membentuk huruf SHOD berupa ROMBONGAN-ROMBONGAN dari ORANG-ORANG YANG BERIMAN.

SUSUNAN CERITA (Nama Surat):
LUKMAN (Luqman)
SUJUD (As-Sajdah)
GOLONGAN YANG BERSEKUTU (Al-Ahzab)
KAUM SABA (Saba)
PENCIPTA (Faathir)
YASIIN (Yaasiin)
YANG BERSHAF-SHAF (As-Shaafat)
SHOD (Shod)
ROMBONGAN-ROMBONGAN (Az-Zumar)
ORANG YANG BERIMAN (Al-Mu'min)

Cerita 5 (Surah 41 - 50):

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang hukum PERHIASAN bukan tentang KABUT yang membuat orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR, hal ini menjadikan MUHAMMAD memperoleh KEMENANGAN ditandai dengan KAMAR-KAMAR yang bertuliskan huruf QOF.

SUSUNAN CERITA (Nama Surat)

YANG DIJELASKAN (Fushilat)
MUSYAWARAH (Asy-Syuura)
PERHIASAN (Az-Zukhruf)
KABUT (Ad-Dukhan)
YANG BERLUTUT (Al-Jatsiyah)
BUKIT-BUKIT PASIR (Al-Ahqof)
MUHAMMAD (muhammad)
KEMENANGAN (Al-Fath)
KAMAR-KAMAR (Al-Hujurat)
QOF (Qof)

Cerita 6 (Surat 51 - 60):

ANGIN YANG MENERBANGKAN bertiup ke arah BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti YANG MAHA PEMURAH akan mendatangkan HARI KIAMAT yang melumerkan BESI pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN membuatnya menjadi PEREMPUAN YANG DIUJI.

SUSUNAN CERITA (Nama surat):

ANGIN YANG MENERBANGKAN (Adz-Dzariyat)
BUKIT (At-Thur)
BINTANG (An-Najm)
BULAN (Al-Qomar)
YANG MAHA PEMURAH (Ar-Rahman)
HARI KIAMAT (Al-Waqiah)
BESI (Al-Hadid)
WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN (Al-Mujadilah)
PENGUSIRAN (Al-Hasyr)
PEREMPUAN YANG DIUJI (Al-Mumtahanah)

sebuah kisah tentang " Ayat Kursi "

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.

Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"

Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."

Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin.

Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan.

Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya.

"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga.

"Lepaskan saya" pencuri itu memohon.

Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.

"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.

"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.

Katanya "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?"

"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.

"Itulah syaitan."

ISLAM agama kasih sayang

Ketika perang Qadisiyyah meletus, Khalifah ‘Umar bin Khattab menulis surat kepada panglimanya, Sa‘ad bin Abi Waqqas, supaya menaklukkan Hilwan, sebuah propinsi di Irak. Maka dikirimlah 300 personel kavaleri di bawah komando Nadhlah bin Mu‘awiyah al-Ansari. Hari itu, setelah dengan mudah menguasai seluruh propinsi, mereka menyaksikan suatu kejadian luar biasa. Saat itu masuk waktu maghrib dan Nadhlah pun naik ke sebuah tempat yang agak tinggi di lereng bukit untuk mengumandangkan azan. Anehnya, setiapkali Nadhlah selesai mengumandangkan kalimat azannya, spontan terdengar suara seseorang menjawabnya. “Allahu akbar!” laung Nadhlah, “Kabbarta kabiran, ya Nadhlah!” sahut orang itu. “Asyhadu alla ilaha illa Allah” dijawab dengan “Kalimatul ikhlas, ya Nadhlah!”. Lalu ketika dilaungkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, suara misterius itu menyahut, “Huwa ad-dinu, wa huwa alladzi basysyarana bihi ‘Isa ibnu Maryam ‘alayhima as-salam, wa ‘ala ra’si ummatihi taqumu as-sa‘ah!” Nadhlah menyambung azannya, “Hayya ‘ala ash-shalah!” lalu dijawabnya, “Thuba liman masya ilayha wa waazhaba ‘alayha!”, sedangkan “Hayya ‘ala al-falah!” dijawab dengan “Qad aflaha man ajaaba Muhammadan shallallahu ‘alayhi wa sallam, wa huwa al-baqa’ li ummatihi”. Dan laungan “La ilaha illa Allah” disambut dengan “Akhlashta al-ikhlash, ya Nadhlah, faharrama Allah jasadaka ‘ala an-naar!”
Selesai azan, Nadhlah yang tentu saja tidak gentar, meskipun cukup heran, lantas berseru: “Siapakah engkau, hai orang yang dikasihi Allah!? Apakah engkau Malaikat, jin penghuni di sini, atau seorang hamba Allah (dari golongan manusia)? Engkau telah memperdengarkan pada kami suaramu, maka tunjukkanlah pada kami dirimu! karena kami ini datang atas perintah Allah dan Rasulullah saw. dan atas instruksi Umar bin Khattab!” Lalu tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi kemudian bukit itu terbelah, dan dari situ muncul seorang berambut dan berjenggot serba putih. Setelah memberi salam, orang misterius tersebut memperkenalkan dirinya: “Saya Zurayb bin Bartsamla, orang yang disuruh tinggal di bukit ini oleh hamba yang saleh ‘Isa bin Maryam alayhima as-salam dan didoakan oleh beliau dapat berumur panjang untuk menunggu turunnya beliau dari langit, dimana beliau akan memusnahkan babi, menghancurkan salib dan berlepas diri dari agama kaum Nasrani (yatabarra’ mimma nahalathu an-nashara).”
Kisah sejarah ini diriwiyatkan oleh Syaikh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi dalam kitabnya, al-Futuhat al-Makkiyyah, bab 36 (fi ma‘rifat al-Isawiyyin wa aqthabihim wa ushulihim). Lalu apa relevansi kisah tersebut? Menurut Ibnu Arabi, berdasarkan riwayat ini jelas sekali bahwa pengikut Nabi Isa yang murni tidak hanya mengimani kenabian Muhammad saw. tapi juga beribadah menurut syari‘atnya. Ini karena dengan kedatangan sang Nabi terakhir, syari’at agama-agama sebelumnya otomatis tidak berlaku lagi. Fa inna syari‘ata Muhammad saw. naasikhah!, tegas Ibnu Arabi, seraya mengutip hadis Rasulullah,
“Law kana Musa hayyan ma wasi‘ahu illa an yattabi‘ani).”
“Seandainya Nabi Musa hidup saat ini, maka beliau pun tidak dapat tidak mesti mengikutiku”
Di sini nampak cukup jelas sikap dan posisi Ibnu Arabi terhadap agama pra-Islam.
Ironisnya, sejak beberapa dekade yang lalu hingga sekarang, tokoh Sufi yang berasal dari Andalusia ini oleh sementara ‘kalangan’ acapkali ‘diklaim’ sebagai pelopor gagasan Islam inklusif. Nama beliau kerap ‘dicatut’ untuk menjustifikasi ide pluralisme agama. Tidak hanya itu, Syaikh tasawuf ini bahkan ‘dijadikan bemper’ untuk melegitimasi asumsi para penganut ‘agama perennial’ (religio perennis) bahwa dalam aspek esoteris dan pada dataran transenden, semua agama adalah sama, karena semuanya sama benarnya, sama sumbernya (Tuhan), dan sama misinya (pesan moral, perdamaian, dsb).
Dengan kata lain, seperti diungkapkan oleh Nurcholish Madjid (dalam kata pengantarnya untuk buku Tiga Agama Satu Tuhan, hal. xix), “Setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama.” Sebagaimana kita ketahui, pemahaman semacam ini dipopulerkan oleh F. Schuon, S.H. Nasr, W.C. Chittick dalam tulisan-tulisan mereka yang kini nampak mulai mendapat tempat di Indonesia. Untuk mendukung klaimnya, biasanya ‘kalangan’ ini mengutip tiga bait puisi Ibn Arabi dalam karya kontroversialnya, Tarjuman al-Asywaq, yang berbunyi: “Hatiku telah mampu menerima aneka bentuk dan rupa; ia merupakan padang rumput bagi menjangan, biara bagi para rahib, kuil anjungan berhala, ka‘bah tempat orang bertawaf, batu tulis Taurat, dan mushaf bagi al-Qur’an. Agamaku adalah agama cinta, yang senantiasa kuikuti kemanapun langkahnya; demikianlah agama dan keimananku.”
Seolah membenarkan asumsinya sendiri (self-fulfilling prophecy), Nasr menyimpulkan bahwa disinilah Ibnu Arabi “came to realize that the divinely revealed paths lead to the same summit” (Lihat: Three Muslim Sages [Delmar, New York: Caravan Books, 1964], hlm.118).
Sekilas memang nampak meyakinkan. Akan tetapi sebenarnya kaum transendentalis [sengaja?] tidak mengemukakan—kalau bukan justru menyembunyikan—fakta bahwa Ibnu Arabi telah menjelaskan maksud semua ungkapannya dalam syarah yang ditulisnya sendiri, yaitu Dzakha’ir al-A‘laq syarh Tarjuman al-Asywaq (ed.Dr.M.‘Alamuddin asy-Syaqiri, Cairo: Ein for Human and Social Studies, 1995, hlm.245-6). Di situ dinyatakan bahwa yang beliau maksudkan dengan ‘agama cinta’ adalah agama Nabi Muhammad saw., merujuk kepada firman Allah dalam al-Quran Ali Imran:31
“Katakanlah [hai Muhammad!], kalau kalian betul-betul mencintai Allah, maka ikutilah aku!—niscaya Allah akan mencintai kalian.”
Dan memang dalam kitab Futuhat-nya (bab 178, fi Maqam al-Mahabbah), Ibn Arabi dengan gamblang menerangkan apa yang beliau fahami tentang cinta dalam ayat tersebut. Berdasarkan objeknya, terdapat empat jenis cinta, kata beliau: (1) cinta kepada Tuhan (hubb ilahi); (2) cinta spiritual (hubb ruhani); (3) cinta alami (hubb thabi‘i); dan terakhir (4) cinta material (hubb ‘unsuri).
Setelah menguraikan tipologi cinta tersebut, Ibn Arabi dengan tegas menyatakan bahwa cinta kepada Tuhan harus dibuktikan dengan mengikuti syari‘at dan sunnah Rasul-Nya saw (al-ittiba‘ li-rasulihi saw. fima syara‘a). Jadi, ‘agama cinta’ yang beliau maksudkan adalah Islam, yaitu agama syari‘at dan sunnah Nabi Muhammad saw., dan bukan ‘la religion du coeur’ versi Schuon dan para pengikutnya itu.
Selain bait puisi di atas, kaum Transendentalis juga giat mencari pernyataan-pernyataan Ibn Arabi yang dapat di‘plintir’ to serve their own purposes. Ini biasanya disertai dengan tafsiran seenaknya yang sesungguhnya merupakan ekspresi ke‘sok tahu’an belaka dan murni reka-reka (conjecture) , sebagaimana terungkap dalam kalimat “perhaps Ibn Arabi would also accept”, “may be that”, “Ibn Arabi might reply” dsb. (Lihat Chittick, “A Religious Approach to Religious Diversity” dalam buku Religion of the Heart: Essays presented to Frithjof Schuon on his eightieth Birthday, ed. S.H. Nasr dan W. Stoddart, Washington, D.C.: Foundation for Traditional Studies, 1991).
Lebih parah lagi—dan ini yang perlu diwaspadai dan dikritisi—adalah praktek menggunting dan membuang bagian dari teks yang tidak mendukung asumsi mereka. Sebagai contoh, ketika mengutip sebuah paragraf dari Futuhat (bab) yang mengungkapkan pendapat Ibnu Arabi mengenai status agama-agama lain dalam hubungannya dengan Islam, Chittick tidak memuatnya secara utuh.
“All the revealed religions (shara’i‘) are lights. Among these religions, the revealed religion of Muhammad is like the light of the sun among the lights of the stars. When the sun appears, the lights of the stars are hidden, and their lights are included in the light of the sun. Their being hidden is like the abrogation of the other revealed religions that takes place through Muhammad’s revealed religion. Nevertheless, they do in fact exist, just as the existence of the light of the stars is actualized. This explains why we have been required in our all-inclusive religion to have faith in the truth of all the messengers and all the revealed religions. They are not rendered null (batil) by abrogation—that is the opinion of the ignorant.” (Lihat: Imaginal Worlds: Ibn Arabi and the Problem of Religious Diversity, New York: State University of New York Press, 1994, hlm.125).
Dengan [sengaja?] berhenti di situ, Chittick memberi kesan seolah-olah Ibnu Arabi menolak pendapat mayoritas kaum Muslimin bahwa semua agama samawi pra-Islam dengan sendirinya terabrogasi dengan datangnya Islam. Padahal maksud pernyataan Ibn Arabi adalah semua agama dan kitab suci yang dibawa oleh para rasul pada zaman dahulu harus diakui kebenarannya dalam konteks sejarah masing-masing—yakni sebelum Nabi Muhammad saw. muncul. Dan ini merupakan bagian dari rukun iman. Akan tetapi tidak berarti bahwa validitas tersebut berkelanjutan setelah kedatangan Rasulullah saw. atau bahkan sampai sekarang. “Nabi Isa pun, seandainya sekarang ini turun, niscaya tidak akan mengimami kita kecuali dengan mengikut sunnah kita [Ummat Muhammad], dan tidak akan memutuskan suatu perkara kecuali dengan syari‘at kita.” (Wa hadza ‘Isa idza nazala ma ya’ummuna illa minna, ay bi sunnatina, wa la yahkumu fina illa bi syar‘ina), demikian tegas Ibn Arabi (Lihat: Futuhat, bab 36).
Lebih jauh, dengan kutipan yang tidak komplit itu Chittick berusaha menggiring pada para pembaca agar meyakini bahwa Ibnu Arabi adalah seorang penganut pluralisme dan transendentalist seperti dirinya.
Sambungan pernyataan Ibnu Arabi yang dipotong oleh Chittick dalam kutipan tersebut di atas berbunyi: “Maka berbagai jalan [agama] semuanya bermuara pada jalan [agama] Nabi [Muhammad] saw. Karena itu, seandainya para rasul berada di zaman beliau, niscaya mereka mengikuti beliau sebagaimana syari‘at mereka ikut syari‘at beliau” (Fa raja‘at ath-thuruq kulluha nazhiratan ila thariq an-Nabiy shallallahu ‘alayhi wa sallama, fa law kanat ar-rusul fi zamanihi latabi‘uhu kama tabi‘at syara’i‘uhum syar‘ahu).
Bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa Allah telah menciptakan syari‘at dan jalan untuk masing-masing kalian (al-Ma’idah:48)
“Likullin ja‘alna minkum syir‘atan wa minhajan”.
Menurut Ibnu Arabi, kata ganti orang kedua dalam bentuk jamak (“kum”) dalam konteks ayat tersebut merujuk kepada para Nabi, bukan umat mereka. Sebab jika ia ditujukan kepada umat mereka, niscaya Allah tidak mengutus lebih dari seorang rasul untuk suatu umat. Dan jika kata “kalian” disitu difahami sekaligus untuk para rasul serta umat mereka, maka kita telah menta’wilkannya secara gegabah. Jadi maksud ayat tersebut, menurut Ibnu Arabi, bukan membenarkan semua jalan menuju Tuhan, atau menyamakan status semua agama. Sebaliknya, terdapat garis demarkasi yang jelas antara hak dan batil, iman dan kufur, tawhid dan syirik, dst. Kalau tidak, lanjut Ibnu Arabi, niscaya Nabi saw. tidak akan berdakwah mengajak orang masuk Islam, niscaya orang yang pindah agama (yartadid ‘an dinihi) tak disebut kafir (2:217) dan niscaya tidak keluar perintah membunuh orang yang murtad (hadits: “man baddala dinahu fa-qtuluhu”).
Oleh sebab itu, Ibnu Arabi menambahkan, orang Yahudi atau Nasrani yang masuk Islam tidak dikatakan murtad, karena ajaran murni agama mereka memang mengharuskan beriman kepada dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. (Selengkapnya dapat dilihat di Futuhat, bab 495, fi Ma‘rifati hal quthb kana manziluhu “wa man yartadid minkum ‘an dinihi fayamut wa huwa kafir”).

filisofi element air...

Seorang filsuf Yunani bernama Thales (624-564 SM) mengatakan bahwa air adalah prinsip yang utama bagi kehidupan bumi. Air adalah elemen materi utama dari segala yang ada pada bumi ini beserta fenomena kosmik yang terjadi. Kebutuhan akan air bagi kehidupan manusia dan alam semesta adalah alasan utama yang melandasi pernyataan tebersebut.

Pernyataan yang dikemukakan oleh Aristoteles (384-322 SM) kemudian mendefinisikan kebijaksanaan sebagai pengetahuan dari pandangan-pandangan Thales tentang air, sebagai suatu substansi materi yang alamiah.


Mungkin pandangan Thales tentang bumi yang mengambang di atas air dapat dikatakan naif dari sudut pandang perkembangan pengetahuan pada saat ini, tetapi jika ditelaah kembali bahwa air tersebut dapat berwujud pula sebagai H2O yang mengisi segenap atmosfer dalam bentuk awan dan kadangkala terjadi hujan, maka filosofi bahwa bumi ini mengambang di air dapat diterima. Secara diagramatis, filosofi air dijelaskan dalam mitologi Orphic dan catatan teologi Damascius.


a. Sifat Fisik Air


Wujud air

1. Cair
Wujud yang paling umum dari air ini adalah wujud zat cair. Air akan berwujud cair dalam suhu normal (suhu kamar, sekitara 25 oC sampai 35 oC). dalam kondisi ini berlaku berbagai hukum tentang air seperti fluida, vikositas, anomali dan lainnya.
2. Gas
Air berwujud gas jika pada materi ini diberi energi panas yang cukup besar. Pada suhu 100oC air akan mendidih dan sebagian dari materinya menjadi uap, jika panas ini secara konstan diberikan pada air, maka seluruh zat cair habis seluruhnya menjadi uap. Perubahan dari wujud cair menjadi gas melalui partikel atom air sedikit demi sedikit dan secara visual menampakkan asap air.Jika as ini mengalami pendinginan sampai pada suhu normal, maka uap air akan berubah kembali menjadi cairan secara partikular pula
3. Padat
Air yang padat disebut sebagai air beku atau es. Air akan mencapai bentuk ini jika berada dalm suhu 0 oC. perubahan dari cair menjadi padat berangsur berlapis-lapis, tidak mengalami transisi dari cair, kental dan padat. Penambahan energi panas akan menyebabkan wujud es meleleh kembali menjadi wujud cairan

Siklus air (daur Hidrologi)

Siklus air atau daur hidrologi adalah pola sirkulasi air dalam ekosistem. Proses-proses dalam Siklus Air, adalah sebagai berikut:
• Penguapan, yaitu proses perubahan air menjadi uap air dengan bantuan energi panas dari sinar matahari
• Transpirasi, yaitu proses penguapan air yang terjadi melalui tumbuhan
• Kondensasi, yaitu proses perubahan uap air menjadi tetes-tetes air yang sangat kecil (pengembunan)
• Transportasi, yaitu proses pengangkutan awan/uap air oleh angin menuju ke daerah tertentu yang akan kejatuhan hujan
• Hujan, yaitu proses jatuhnya tetes-tetes air “besar” (tumpukan tetes-tetes air kecil hasil kondensasi) sampai ke permukaan bumi
• Infiltrasi, yaitu gerakan air hujan menembus permukaan tanah kemudian masuk ke dalam tanah (Peresapan)
• Perkolasi, yaitu proses penyaringan air melalui pori-pori halus tanah sehingga air dapat meresap dalam tanah (Peresapan)
• Aliran Air Dalam Tanah, yaitu air hujan yang meresap ke dalam tanah dan mengalir di atas lapisan kedap air sampai muncul kembali di permukaan tanah sebagai mata air, atau mengalir hingga ke laut.
• Aliran Air Permukaan, yaitu air hujan yang tidak meresap ke dalam tanah melainkan menggenang atau mengalir di permukaan tanah.

Pelangi

Fenomena lain dari air dan hubungannya dengan cahaya adalah pelangi, menurut Descartes (1596-1650) sebuah pelangi akan muncul disebabkan karena penyimpangan sinar yang merupakan sifat gelombang dari cahaya. Penyimpangan ini dapat terjadi oleh pola air yangberbentuk kabut, di mana difraksi katastropinya cukup keras sehingga gelombang ini membentuk bidang yang cukup luas variasi isi dari air dan kantung udara kosong yang terjadi.

b.Sifat Kimia Air


Air adalah cairan tanpa rasa dan bau dengan senyawa kimia yang terdiri dari unsur-unsur hidrogen dan oksigen. Air adalah suatu senyawa dan bukan campuran dengan nama kimia dihidrogen oksida atau H2O. Setiap molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air bisa diurai komposisinya melalui proses elektrolisis.


Ada kekuatan besar yang mengikat dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dalam molekul air. Hubungan terjadi antara elektron-elektron yang membentuk bagian luar atom dan merupakan mata rantai kuat yang dinamakan ikatan kovalen.

Atom hidrogen mempunyai kulit tunggal di sekeliling intinya. Meskipun kulit ini berisi sebuah elektron tunggal, tetapi ada tempat untuk dua elektron. Kulit luar atom oksigen, yang mempunyai cukup ruang untuk delapan elektron, hanya berisi enam elektron. Kulit yang tak terisi penuh ini tidak mantap, elektron-elektronnya yang giat tak terikat secara kokoh dan cepat bergabung dengan elektron lain untuk memenuhi ruang dalam sebuah kulit. Kulit terisi penuh itulah bentuk yang mantap; setelah ini tercipta, maka akan dilawannya setiap usaha pemisahan. Atom oksigen dapat memenuhi kulitnya dengan penambahan elektron dari dua atom hidrogen. Pada saat yang sama dua elektron dari atom oksigen bergabung dengan kulit kedua atom hidrogen dan dengan demikian memenuhinya. Artinya, ketiga atom tersebut berbagi seluruh elektronnya, sehingga menyebabkan molekul air memiliki kemantapan yang mengagumkan.

Air adalah pelarut universal, artinya hampir semua zat dapat larut di dalam air. Garam dan oksigen adalah contoh zat yang mudah larut, sedangkan oli atau minyak sulit larut di dalam air.


c.Pergerakan Air


• Akibat Gravitasi

Segala yang ada di bumi selalu terpengaruh oleh gaya gravitasi, termasuk air. Akibatnya air selalu mencari tempat yang terendah sesuai dengan aliran fluidanya. Dalam sebuah bejana, maka tekanan tertinggi dari air berada pada bagian paling bawah. Hal ini dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini. Jika gaya gravitasi ini dilawan oleh gaya mekanis yang lebih besar (dengan pompa air) maka besarnya tekanan air akan saling tarik ulur dengan gaya gravitasi. Besarnya sudut kemiringan air menentukan pula kecepatan gerak air tersebut. Yang vertikal (sudut 90o) menampilkan air terjun atau air muncrat, lebih landai lgi akan menampilkan air mancur, dan yang paling landai adalah air mengalir.

• Akibat Tenaga Angin dan Goncangan

Sifat dari air terhadap goncangan didefinisikan dalam 4 bagian yaitu fold (melipat tertekuk), cusp (melipat meruncing), elliptic umbilic (berpusat secara eliptis) dan hiperbolic umbilic (berpusat secara hiperbolis). Bagian ini diawali dengan sifat dasar bahwa ada parameter yang merupakan sebuah tenaga dan menjadi stimulus bagi pergerakan air tersebut. Jika paremeter tersebut nol, maka air akan bergelombang secara wajar seperti gambar di bawah dari akibat-akibat alami yang lain seperti arus air dan angin, jika paremeter tersebut kurang dari nol seperti sedikit air di dalam ruangan maka tidak akan terjadi difraksi katastropi, jika parameternya lebih dari satu maka terjadi bentuk-bentuk air yang cukup menarik.


Bentuk dari gejala-gejala yang terjadi pada gangguan mekanis terhadap air ini terjadi dalam arah yang berlawanan, dan lipatan tersebut adalah kantung-kantung dari perlawanan arah gerakan fluida. Katastropi air dalam konteks gelombang akan berubang dari gelombang kecil dengan kekuatan tinggi menuju elombang besar dengan kekuatan rendah dan akhirnya menjadi kelombang yang serasi (evanessent wave). Pengambaran osiloskopik tentang gelombang ini dijelaskan seperti gambar di bawah. Jika sifat gelombang ini ditelaah kembali dari bentuk-bentuk difraksi katastropik air, maka sebuah gelombang akan memiliki sifat fold diffraction seperti gambar di kiri bawah. Pertemuan dari beberapa sifat ini menghasilkan cusp diffraction.



Perilaku air dari tiga sumber difraksi akan menghasilkan suatu fenomena yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang pada beberapa titik. Fenomena inidijelaskan pada gambar di awah tentang lokasi dari lubang-lubang yang terjadi dalam pola kontur yang hiperbolik. Ada hubungan antara pola gelombang yang terjadi dengan difraksi yang berpusat, dari yang meruncing (cusp), eliptis dan hiperbolik. Pola yang berlaku secara berulang menghasilkan sebuah kristalografi yang wilayahnya membuat bentuk tertentu. Pola difraksi fold dan cusp ini juga berlaku pada katastropi air akibat mekanisme gravitasi dan bentuk yang yang mewadahinya, pola tersebut ditampakkan seperti gambar di bawah ini dengan perlakuan pada bentuk satu titik.







Sebuah fenomena yang terjadi pada dua difraksi air, dimana difraksi katastropi yang terjadi pada dua pola air yang bergerak alami akan menghasilkan satu gelombang air selaras dan kemudian gelombang air selaras ini mempengaruhi pula bentukan dari dua pola gelombang air alami tersebut. Jika sebuah gelombang air selaras diberi gelomabng air yang dominan, maka yang muncul adalah gelombang dominan tersebut, sedangkan elombang air selaras akan hilang.



d. Efek Visual


1. Hujan


Hujan alami terjadi dalam siklus hodrologi air. Berbagai bentuk air dibumi mengalami evaporasi oleh karena pertambahan suhu. Bentuknya kemudian berubah menjadi gas dan mengalami kondensasi menjadi awan. Saat awan mengalami penurunan suhu, maka terjadilan hujan yang merupakan curahan ribuan tetes air dari langit menuju ke bumi.

Fenomena hujan telah dialami manusia dalam seluruh kehidupannya. Tiba-tiba suasana menjadi agak gelap dan hawa menjadi agak dingin disertai dengan gelegar guntur. Kemudian satu per satu dan kadang juga bersamaan, titik-titik air hujan mulai turun membasahi tanah. Suasana menjadi berubah sama sekali, yang semula kering dan panas menjadi basah dan dingin disertai dengan gemuruh suara hujan yang berulang secara kontinyu. Suasana yang basah tersebut kadang mengalami variasi dengan aliran-aliran air permukaan, baik yang agak semilir sampai yang membanjir.

Pemunculan suasana yang agak lain dari suasana keseharian membuat fenomena hujan menjadi menarik bagi manusia sehingga tak jarang penciptaan suasana arsitektur mempergunakan air ini dalam bentuk hujan. Air dilewatkan pada sebuah penampang dan dibiarkan mengalir melalui sebuah bidang yang terletak di atas pandangan manusia. Debit air yang dirancang untuk memberikan efek hujan ini juga tidak terlalu banyak, karena jika terlalu banyak akan berubah menjadi efek air terjun.


2. Kabut


Kabut terjadi akibat kondensasi yang belum menjadi hujan atau embun. Kabut sementara terjadi karena semburan air yang keras memecah partikel air menjadi lebih kecil sehingga memiliki volume yang agark ringan dan turun terpengaruh gravitasi dengan agak lamban. Hanya sedikit wilayah yang dapat mengalami kejadian berkabut, terutama pada waktu-waktu di mana suhu amat dingin (malamatau pagi hari). Penampilannya yang putih lembut seperti asap membuat sebuah pandangan misteris yang cukup memukau.


Efek yang seperti ini pada akhirnya juga banyak dipakai dalam penciptaan suasan ruang arsitektur. Secara teknis air disemprotkan dengan tenaga pompa dan disaring atau ditabrakkan pada sebuah bidang sehingga partikel air tersebut mencadi pecah dalam volume yang amat kecil. Dalam saat yang tepat, kanut ini mampu mendistorsikan sinar matahari seingga terjadi efek pelangi.


3. Genangan


Sebuah genangan cenderung dialami elh air yang diam atau mengalir amat pelan. Sifat air yang selalu menyamakan tinggi permukaan dalam pengaruh gravitasi ditampung dan dibatasi dalamsebuah tempat yang cekung. Kecekungan ini juga tidak terlalu dalam, sehingga dasar air cenderung masih kelihatan. Genangan yang alami merupakan sebuah tempat yang khusus karena disitulah air mau berkumpul. Manusia sering bermain, merendahkan suhu lingkungan yang panas dan merelaksasikan dirinya pada genangan air ini.


Dalam arsitektur, genangan air ini dibuat dalam bentuk kolam-kolam air. Kolam tersebut bisa berada dalam skala yang kecil maupun yang besar. Biasanya pada geangan ini dipadukan beberapa bentuk estetika air lain seperti air mancur, air muncrat, kabut air dan lain-lain.


4. Transparansi


Air memiliki sifat transparant karena warnanya yang cukup bening. Kerapatan massa air dan udara yang ada di atasnya berbeda sehigga pada transparansi ini terjadi deviasi. Sebuah benda yang menembus air dapat mengalami dua penampilan yang berbeda, diatasnya kering, dan dibawahnya karena air cukup transparant maka benda yang basah tersebut masih akan kelihatan.


Gelombang air mendeviasikan pandangan material yang ada di dasarnya secara dinamis bergerak animatif menurut lekuk gelombangnya. Manusia sering memandang transparansi air ini dalam sebuah suasana relaksasi di sungai yang jernih dan melihat dasarnya dalam gelombang animatif yang bergerak secara kontinyu dan terus menerus.


Dalam arsitektur, transparansi air ini dimanfaatkan untuk menciptakan suasana yang tenang dan mendalam. Pada suasana ceriaseperti di kolam-kolam renang, beberapabentuk dekoratif mengenai binatang diletakkan pada dasarnya sehingga secara visual akan menampilkan efek yang berbeda jika tidak dalam pengaruh transparansi air.


5. Refleksi


Refleksi adalah kemampuan air untuk memantulkan bentukyang ada di atasnya secara visual. Refleksi ini juga dapat memantulkan cahaya, di mana dengan sifat fluida dari air, maka cahaya tersebut akan tersebar dan bergerak secara animatif sesuai dengan gelombang air. Hal ini dapat dilihat pada plafond-plafond rumah yang di halamannya terdapat kolam.


Dalam arsitektur, refleksi dari air dipergunakan untuk memunculkan kemegahan dari bangunan. Gedung Taj Mahal di Agra, India halaman depannya diisi dengan kolam yang amat panjang dan dapat merefleksikan bangunannya yang cukup megah menjadi lebih megah lagi. Refleksi-refleksi ini juag mampu untuk menyamarkan bentuk sehingga sebuah bangunan menjadi berkesan mengambang.



e. Efek Sentuhan


1. Dingin


Secara alami air selalu memiliki suhu yang lebih dingin daripada udara. Air juga lebih lama menyimpan suhu dibandingkan dengan udara, sehingga jika dipanaskan akan memberkan sensasi suhu panas yang ebih tinggi dari udara,kemudian suhu ini berangsur menurun,hinga sma dan akhirnya lebih dingin lagi dari udara. Karena lebih dingin, maka jika suhu udara semakin menurun maka air ini akan menjadi beku. Jikabeku sifat fluida air akan hilang berganti menjadi sifat benda padat yang licin.


Pada negara yang mengalami empat musim dan pada musim dingin air menjadi beku, maka kondisi ini juga dimanfaatkan oleh arsitektur agar mendapatkan kompleksitas suasana yang berbeda tiap musimnya dari pengaruh yang ditimbulkan oleh air.


2. Basah


Partikel air memiliki sifat ikatan atom yang kuat dengan benda-benda lainnya, kecuali minyak. Sifat ini menyebabkan jika benda terkena air akan menjadi basah. Untuk mengeringkan, orang menaikkan suhu dari air, baik dengan menjemur atau memanaskan lewat api, agar partikel air ini pergi saat berubah bentuknya menjadi gas. Efek sentuhan ini memberikan kesan visual dengan warna yang lebih gelapdaripada jika benda tersebut kering. Secara efek basah ini pada umumnya memberikan sensasi suhu yang lebih dingin, tetapi pada air yang mendidih, efek yang diberikannya justru menjadi amat panas.



3. Lembut


Sifat fluida air untuk dapat mengikuti apapun bentuk yang menerpanya memberikan kesan sentuhan yang lembut. Kecuali pada suhu yang amat rendah di mana air berubah menjadi es beku yang padat dan licin. Pada bentuk cair aliran air meliuk lembut sesuai dengan apa yang dilaluinya, ketika disemprotkan secara perlahan memberikan semburan berwarna putihn yang halus baik secara visual maupun tactile. Ketika air dipanasi dan berubah menjadi gas, uap air ini juga memiliki sifat yang lembut pula dengan bentuk asap.




f. Efek Suara


1. Gemericik


Suara gemericik diakibatkan pertabrakan air dengan air atau benda lain dalam intensitas yang cukup tinggi. Intensitas paling tinggi dari suara gemericik ini adalah suara gemuruh. Pertabrakan dengan benda yang berbeda akan memebrikan efek suara gemericik yang berbeda pula. Suara gemericik ini mampu menggugah suasan menjadi suasana hujan atau berada di dekat sebuah sungai. Hal ini akan memberikan perbedaan nuansa tersendiri bagi keberadaan ruang, jika ada atau tidak ada suara gemericik air.



2. Tetesan


Tetesan hampir sama dengan gemericik, hanya air cenderung jatuh secara alami (bukan mekanis) dan intensitas jatuhnya adalah satu persatu. Tetesan ini berbunyi nyaring jika yang ditetesi adalah air juga dan ruangan di sekitarnya cukup dibatasi oleh bidang keras dan tidak terlalu luas. Tetesan ini memberikan nuansa yang cukup meditatif karena iramnya yang biasnya beraturan sehingga monoton dan membantu sebuah konsentrasi.



3. Suara Gelembung


Suara gelembung terjadi karena dorongan udara yang ada di dalam air. Semakin besar volume udara yang ada juga akan menimbulkan efek suara yang semakin keras. Sebuah gemericik air yang bertabrakan dengan air pula hampir pasti menyertakan efek gelembung, karena pertabrakan itu menyebabkan air yang menabrak masuk pada air yang ditabrak, kemudian udara mengikuti di belakang air yang menabrak tersebut lalu keluar kembali memberikan efek gelembung.




g. Air dan Arsitektur


1. Air Mancur


Air mancur adalah aliran lintasan air akibat gravitasi dari sudut yang sejajar horizon sampai pada kemiringan tertentu. Volume dari lintasan air mancur ini itdak terlalu tinggi dan biasanya penampangnya adalah lingkaran. Semakin lintasan tersebut mendekati arah vertikal, maka akan semakin menjadi air terjun, semakin besar volumenya juga akan menyebabkan fenomena ini disebut sebagai air terjun.



2. Air Terjun dan Sungai


Air terjun dan sungai adalah lintasan air secara vertikal atau agak miring. Biasanya volume dari air terjun ini cukup besar. Sungai adalah air dalam volume besar yang mengalir mengikuti penampang alur tertentu. Penampang ini dapat lurus atau berkelok, dapat dalam luas yang konstan atau membesar dan mengecil, dapat secara alami atau juga buatan.



3. Kolam Air


Kolam air adalah air yang ditampung dalam volume tertentu. Posisi dari kolam ini dapat lebih turun dari lantai di sekitarnya, atau dapat pula berada pada sebuh bak. Bentuknya dapat persegi, ellipse, lingkaran atau kurva. Tipe bentuk ini dapat memanjang ataupun memendek. Kolam air dapat menampilkan air yang tenang, atau air yang bergelombang karena efek lain yang menerpanya seperti air terjun dan lain-lain.



4. Pagelaran Air


Pagelaran air adalah tampilan dari air dengan bantuan unsur mekanis seperti pompa dalam formulasi estetika tertentu. Pagelaran seperti ini memanfaatkan kekuatan pompa yang menghasilkan ketinggian yang bervariasi. Selain itu, arah semprotan juga bisa dipermainkan dalam pembentukan formulasi estetika. Dengan bantuan lampu yang sama maupun berwarna, semprotan air ini dapat tampil berwarna-warni pula. Penyelenggaraannya dapat secara khusus untuk ditonton ataupun menjadi sebuah monumen air mancur/muncrat.



5. Air dalam ruangan


Air dalam ruangan adalah penyelenggaraan suasana ruang dalam arsitektur yang mempergunakan elemen air. Di dalam ruangan, perlakuan air bagi penghadiran suasana agak berbeda dengan di luar yang dapat dengan bebas memperlakukan air karena efek basahnya dapat kering dengan cepat. Selain itu secara etis perlakuan di dalam ruagan juga menentukan agar air tidak diolah terlalu kontras. Di dalam ruangan, efek pencahayaan buatan amat menentukan pula penampilan air tersebut, baik direct lighting ataupun spot lighting dari atas atau bawah perlu mempertimbangkan tema yang bersesuaian bagi kehadiran elemen air tersebut.



6. Air Mengapung


Sebenarnya air mengapung merupakan air muncrat yang ada di atas kolam air. Dengan keberadaan air di ataas air inilah sebutan air mengapung dipakai. Hampir seperti pagelaran air, maka unsur mekanis sangat menentukan penampilan estetika dari bentuk air ini. Air mengapun dapat diletakkan pada sebuah kolam yang terbatasi, ataupun berada pada sebuah telaga/danau.

Fenomena

Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya yang terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?

Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di kepulauan Karibia, Samudera Atlantik. Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle.


Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church dekat kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds, sebuah keluarga petani/pekebun gula yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Seorang anggota keluarag tersebut James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih. Makam itu demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.


Makam itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq., meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq. dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq.” Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya. Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs. Thomasina Goddard dimakamkan di sana.


Kejadian Aneh

Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh Keluarga Chase, seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai miliki mereka. Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase, seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya.

Makam itu digunakan keluarag Chase pertama kali untuk memakamkam Mary Anna Maria Chase, putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkam pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.


Lalu jenazah Dorcas Chase, putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dikuburkan dimakam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stress dan mogok makam hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.


Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia.


Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali.


Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Master Samuel Brewster Ames, seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam. Begitu pun peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.


Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke, akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahun di depan area makam. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.


Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar. Bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa keluarga itu, sampai soal arwah-arwah yang murka!


Segel Gubernur

Lord Combermere, Gubernur Barbados, memutuskan untuk menangani langsung persoalan itu. Karena wilayah Barbados termasuk daerah yang sangat taat beragama. Isu soal supranatural adalah persoalan sensitif. Saat makam dibuka (tahun 1819) ia melakukan pemeriksaan dan sangat terkejut ketika melihat lima peti jenazah itu terlihat berantakan susunannya, kecuali peti jenazah Ny. Thomasina Goddard yang mulai melapuk.

Gubernur kemudian memerintahkan sejumlah pekerja untuk menyusun ulang posisi peti-peti jenazah keluarga Chase. Ia mengawasi langsung pekerjaan itu, hingga akhirnya pintu makam ditutup kembali. Untuk menyakinkan seluruh penduduk, ia menempatkan segel di pintu makam.


Namun sejumlah laporan kemudian diterimanya tentang suara-suara gaduh dan misterius dari dalam makam batu tersebut. Pada 18 April 1820, ia ditemani pejabat daerah Walikota J Finch, Natahan Lukas, Robert Boucher Clarke, Rowland Cotton, Thomas Orderson menilik makam yang semakin sarat isu itu.


Ketika diperiksa segel tidak terbuka, sementara susunan peti di dalam kubur terlihat berantakan. Lapisan pasir yang menutup lantai makam tak menyisakan jejak atau bekas apa pun. Setelah menuliskan dalam laporan resmi ia kemudian memutuskan untuk mengosongkan makam tersebut. Hal ini untuk menghilangkan isu soal arwah penasaran dan isu lain yang buruk bagi wilayahnya. Sejak itu makam batu tersebut kosong dan tetap terbuka hingga hari ini… (berbagai sumber)*

Upaya Menguak Misteri
Entah mengapa, makam batu (tombstone) keluarga Chase menjadi salah satu fenomena yang menarik bagi dunia. Sejumlah turis yang tertarik aktivitas paranormal kemudian banyak yang mengunjungi lokasi makam tersebut. Berbagai upaya untuk menguak misterinya pun dilakukan.

Sejumlah laporan dan saksi mata menyatakan bahwa makam tersebut sama sekali tidak pernah diganggu. Walau pun ada anggapan kemungkinan kaum budak kulit hitam terlibat dalam upaya balas dendam terhadap keluarga Chase, namun bukti mengacu tidak ada bukti aktivitas manusia dalam kejadian di dalam makam. Bahkan ketika gubernur menyegel pintu, segel sama sekali tidak rusak. Seandainya orang memaksa masuk, tentulah segel akan terbuka.


Penelitian lain juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan aktivitas banjir yang memungkinkan perpindahan peti-peti mati itu. Sementara jika pergeseran terjadi akibat gempa, tidak bukti aktivitas gempa di sekitar tempat itu. Karena hal yang berubah hanyalah yang berada didalam makam batu tersebut saja.


Misteri ini juga mengundang seorang pengarang terkenal dengan kisah Detektif Sherlok Holmes dan The Lost World yakni Sir Arthur Conan Doyle. Setelah melakukan kunjugan ke situs makam tersebut ia menduga kejadian perpindahan peti-peti jenazah itu berkaitan dengan kekuatan supernatural. Menurutnya kekuatan gaib itu melakukan tindakan protes karena peti-peti jenazah di makam tersebut dibuat dari basis logam dan timah. Logam akan menahan proses pembusukan yang alami.


Teori ini diajukan oleh Conan Doyle atas pertimbangan bahwa peti jenazah Thomasi Goddard yang seluruhnya terbuat dari kayu sama sekali tak terusik. Hanya peti-peti jenazah keluarga Chase saja yang mengalami perubahan-perubahan posisi.


Ada banyak teori lain yang diajukan, namun semuanya tetap tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Selama 180 tahun lebih sejumlah wartawan, peneliti dan penulis tertarik pada misteri di makam batu itu. Puluhan buku membahas persoalan itu… dan makam batu itu menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan. Apakah yang sebearnya terjadi di dalam ruang yang gelap, lembab dan pengab itu? (berbagai sumber)