Allah menciptakan makhluk bermacam, diantaranya malaikat, iblis, manusia, dan jin.
Malaikat (Bahasa Arab: ملاءكة)(baca: malaa-ikah) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul. Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.” [HR. Muslim]
Iblis sendiri diciptakan dari api yang kufu kepada Allah, yang memilikui usia panjang. Allah memanjangankan usia iblis hingga hari kiamat. Sepanjang hidupnya, dia akan menggoda manusia untuk jauh dari jalan Allah. Iblis dan keturunannya menggoda jin dan manusia. Jin dan manusia yang telah berhasil digoda oleh iblis akan memiliki sifat setan. Sehingga setan ada yang berasal dari golongan jin dan manusia (QS. An-Nass)
Golongan Manusia dan jin ada yang taat dan ada yang kafir. Jin juga seperti manusia mengalami kematian walaupun memiliki usia yang lebih panjang dari manusia. Sementara "hantu", genduruwo, pocong, tuyul, dan jenis-jenis lainnya merupakan kerjaan dari jin yang bersifat setan atau dedengkotnya setan, iblis.
Manusia terdiri dari dua unsur yakni jasad dan ruhiyah. tidak akan dikatakan manusia jika hanya memiliki salah satu dari keduanya. Manusia yang tidak memiliki ruhiyah dan hanya memiliki jasad akan disebut mayat atau jasad. Sedangkan manusia yang hanya memilik ruhiyah tanpa jasad disebut arwah.
Memenuhi kebuituhan jasad dan ruhiyah sama pentingnya. Setiap apa yang kita lakukan, yang kita baca, yang kira makan, bahkan yang kita rencakan akan mempengaruhi ruhiyah kita. Kita harus menjaga kondisi kedua elemen terebut. Bisa berdosa seseorang jika tidak mengatur makanannya sehingga dengan hal itu dia menjadi sakit. Sementara menjaga ruhiyah merupakan kewajiban setiap Muslim dan menjadi sarana untuk penguatan jama'ah, sehingga kita harus melakukan hal-hal berikut:
1. Ibadah kepada Allah dengan niat ikhlas. Niat ikhlas ini ditandai karena ada tujuan dari setiao aktivitas kita, yaitu lillahita'ala. Islam menset sehingga perkara-perkada mubah yang kita lakukan menjadi nilai ibadah kepada Allah sehingga tidak terjadi kekosongan ruhiyah.
2. Selalu berhubungan dengan Allah. (penjelasannya Insya Allah paham)
3. Merasa selalu berada dalam pengawasan Allah
4. bersegera kembali kepada Allah. Jikalau kita melakukan dosa sekecil apapun, harus bersegara kembali kepada Allah jangan dibiarkan berlama-lama, hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
5. .... ga ngerti tadi apa yang dibilang, jadi ga sempat nyatat...
Dengan semua hal terebut, Insya Allah kita akan mendaptkan ruhiyah takwa. Dengan ruhiyah takwa, kita akan mendapatkan beberapa hal:
1. ...ga ngerti (lupa nyatat)..slidenya bahasa Arab seh..jadi mau liat slidenya juga tetap aja ga ngerti.hehehe..
2. Dapat memikul beban dakwah
3. merasakan manisnya keimanan. tugas berat akan dirasakan sebgai sesuatu hal yang indah. Sayyid Qutb ketika hendak digantung oleh penguasa di zamannya karena menentang anggapan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Dan apa yang dikatakn oleh Sayyid Qutb? Apapun yang dilakukan musuh-musuh Allah kepadaku, sungguh taman-taman surga berada dibalik dadaku. Jika saya dihukum mati maka akan mempercepat pertemuanku dengan Allah. Jikalau saya dibuang ketempat pengasingan, maka sayapun akan memiliki tempat berdakwah yang baru. (saya ga hapal persis tadi yang dibilang Ust. Asep, tapi kurang lebih begitu maknanya).
4. zuhud dari dunia. maknanya zuhud tersebut berarti besar kecilnya dunia tidak akan melalaikannya dari dunia.
5. ringan dan mudah dalam menghadapi kesulitan dan ujian (jadi ingat film 3idiot, All izz well.. :-D )
Sementara itu, jika kiota tidak menjaga ruhiyah kita, akan menyebabkan keringkihan ruhiyah, mudah terjangkit virus, bahkan hati menjadi keras bahkan mati.
Minggu, 18 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar