Selasa, 13 April 2010

ingat ayah

sore itu, ayahku keliatan beda
ada sesuatau yg disembunyikannya
apakah itu, aku jg belum tau
seperti ada yang ayah sembunyikan dari ku

sore itu, aku menemaninya

kuperhatikan raut wajahnya
aku ingin melihat senyum dan tawanya juga candanya
kuperhatikan, dan aku ingin mengenangnya berbeda kali ini

ayahku tersenyum sambil memelukku

tawa, candanya mulai mengiringi kami di pinggir jalan itu
hembusan angin seolah menyegarkan obrolan kami
tapi kenapa matanya keliatan sayu..???
itulah yang menjadi pertanyaanku
aura mukanya memancarkan kebingungan
pancarannya sedih

ku pandang lama, terasa berat

air mataku ingin juga ikut menjadi saksi di sore itu
tak kuat
bener-bener nggak kuat

esoknya, ayah harus pulang

sayang sekali aku nggak bisa mengantarnya lebih lama
cuma bisa sebentar saja mengatarnya
hanya lambaian tangan dan doa yang hanya mengiringinya

" Deraian demi deraian air mata

ku turut mesra saat kita berpisah
satu yang kupinta setialah padaku
hanya dirimu kucinta
Lambaian tangan mengiringi langkahku
terasa berat kau melepas diriku
tiada terngiang kita untuk berpisah
jangan kau ragu sayangku
bagai rindu saksi bisu
walaupun ku terlanjur sayang
meninggalkan dia yang ku cinta
namun hatiku terasa berat, manis-manisnya ku telan jua
tiada satu yg terindah selain dirimu yang ku sayang
kau pelita hati di sanubariku
pelipur lara suka dan duka
lambaian tangan mengiringi langkahku
terasa berat kau melepas diriku
tiada terngiang kita untuk berpisah
jangan kau ragu sayangku
bagai rindu saksi bisu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar